Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Massa Demo di Patung Kuda Bubarkan Diri, Sebagian Masih Bertahan

2 min read
Massa Demo di Patung Kuda Bubarkan Diri, Sebagian Masih Bertahan
Massa dari mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) mulai meninggalkan lokasi aksi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Massa mahasiswa Forum Komite Selamatkan Daulat Rakyat mulai meninggalkan aksi di Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa sore; BEM UI telah bubar sejak pukul 18.40 WIB.
  • Sekitar belasan orang masih duduk di taman Tugu Tani, sementara arus lalu lintas sekitar lokasi berangsur normal tanpa penumpukan kendaraan atau kemacetan.
  • Dalam aksi, mahasiswa memasang baliho tuntutan di Tugu Tani, menyerukan revolusi, serta menuntut penanganan karhutla, pembenahan ekonomi, penghentian militerisasi, pemberantasan KKN, dan pendidikan terjangkau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Massa dari mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) mulai meninggalkan lokasi aksi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Massa yang berasal dari berbagai aliansi seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) sudah membubarkan diri sejak pukul 18.40 WIB. Namun saat ini sekitar belasan orang masih bertahan di lokasi, mereka nongkrong dan duduk di atas taman Tugu Tani.

Pantauan IDN Times di lokasi, arus jalan di sekitar Tugu Tani kini sudah berangsur normal. Tidak ada penumpukan kendaraan maupun kemacetan seperti saat demo berlangsung.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa sempat berupaya naik ke atas Tugu Tani. Aksi tersebut mulai dilakukan sekitar pukul 17.35 WIB. Mereka berkumpul tepat di bawah Tugu Tani. Kemudian sejumlah mahasiswa bahu-membahu naik ke atas tugu yang terbuat dari perunggu tersebut.

Setelah seorang demonstran naik ke atas, mereka memasang sebuah baliho yang berisi tuntutan aksi.

Aksi itu dilakukan sembari menyanyikan lagu Tanah Airku. Mereka juga kompak menyerukan, "revolusi, revolusi, revolusi".

Adapun tuntutan yang mereka bawa yakni:

1. Menetapkan karhutla sebagai bencana nasional dan memulihkan ekosistem yang rusak

2. Membenahi tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan sosial yang sampai hari ini terlihat

3. Menghentikan penyempitan ruang sipil dan militerisasi

4. Memberantas KKN yang kita lihat saat mengkhawatirkan

5. Menurunkan biaya pendidikan dan mewujudkan sistem pendidikan yang mengabdi kepada rakyat

    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

    Related Articles

    See More