Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PM Albania Ancam Tetapkan Larangan Bepergian kepada Demonstran

2 min read
PM Albania Ancam Tetapkan Larangan Bepergian kepada Demonstran
Perdana Menteri Albania, Edi Rama. (© European Union, 2026, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • PM Albania Edi Rama menyebut demonstrasi delapan hari diorkestrasi elemen domestik dan asing, serta menyiapkan hukuman lebih keras termasuk pembatasan perjalanan bagi pelaku kekerasan.
  • Mahasiswa memprotes kualitas pendidikan tinggi dan minimnya lapangan kerja; dosen turut mendukung, mengecam kekerasan polisi, dan memulai boikot nasional kelas di universitas.
  • Polisi Albania menangkap 271 orang yang dituding melakukan kekerasan selama demonstrasi, termasuk remaja 15–17 tahun; Rama juga berencana memberi bonus dan menaikkan gaji polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Albania, Edi Rama, pada Rabu (21/10/2026), mengatakan bahwa demonstrasi di negaranya diorkestrasi oleh elemen domestik dan asing. Alhasil, ia pun berencana menetapkan hukuman lebih keras kepada demonstran, termasuk larangan bepergian. 

Demonstrasi di Albania, yang sudah berlangsung selama 8 hari, didorong oleh kekhawatiran mahasiswa soal buruknya kualitas pendidikan tinggi dan kurangnya kesempatan kerja. Mereka menuntut pemerintah memperbaiki kondisi pendidikan di Albania. 

  1. 1. Rama akan larang bepergian individu yang melakukan kekerasan

    Perdana Menteri Albania, Edi Rama
    Perdana Menteri Albania, Edi Rama. (President.gov.ua, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Rama mengutarakan mengenai rencana pemerintah menetapkan pembatasan bepergian kepada pelaku kekerasan dalam demonstrasi. Alhasil, siapapun yang tercatat pelaku kekerasan akan dilarang masuk ke bandara dan hotel. 

    “Kami akan memperkenalkan paket kebijakan segera mungkin dan mengidentifikasi individu yang berada di balik aksi kekerasan. Kami akan melacak mereka. Keluarga mereka akan bertanggung jawab secara finansial jika pelaku adalah anak di bawah umur. Selain itu, kami akan menempatkan individu in secara khusus dan membatasi akses ke fasilitas transportasi, bandara, dan hotel,” terangnya, dikutip dari Euronews.

    PM Albania itu mengaku akan bekerja sama dengan negara-negara Uni Eropa (UE). Dengan ini, sejumlah individu ini akan dihalangi untuk dapat bepergian ke luar negeri. 

  2. 2. Dosen ikut suarakan penolakan kepada pemerintahan Rama

    ilustrasi bendera Albania
    ilustrasi bendera Albania (unsplash.com/mdehevia)

    Tak hanya mahasiswa, dosen dari berbagai perguruan tinggi di Albania juga ikut demonstrasi pada Selasa pagi. Mereka menyatakan dukungan penuhnya kepada mahasiswa dan mengecam kekerasan polisi terhadap demonstran. 

    Dilansir Exit, sejumlah dosen dan mahasiswa berkumpul di dekat Politeknik Universitas Tirana. Kemudian mereka berjalan menuju ke lapangan di luar Kantor Perdana Menteri untuk menyuarakan kekhawatirannya soal pendidikan di Albania. 

    Selain itu, Persatuan Dosen di Albania mengumumkan boikot secara nasional seluruh kelas di semua universitas mulai Rabu. Nantinya, dosen akan berkumpul pada pukul 10.00 setiap harinya dan bergerak bersama-sama dengan mahasiswa untuk memprotes pemerintah Albania. 

  3. 3. Polisi Albania tangkap 271 demonstran

    Polisi Albania.
    Polisi Albania. (Red duck on vacations, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Polisi Albania mengumumkan penangkapan sebanyak 271 orang selama sepekan demonstrasi karena dituding melakukan aksi kekerasan. Sejumlah demonstran yang ditangkap adalah anak di bawah umur, berusia 15-17 tahun. 

    “Polisi menangkap orang-orang yang sudah melempari batu dan benda keras lainnya ke petugas kepolisian dan kendaraan polisi yang terparkir. Mereka menghancurkan tempat sampah, rambu lalu lintas, dan lainnya,” terangnya, dikutip dari Koha. 

    Sebelumnya, Rama sudah menyatakan akan memberikan bonus kepada polisi yang bertugas mengamankan demonstrasi. Ia bahkan berencana meningkatkan gaji polisi pada anggaran 2027. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More