Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Abu Anak Krakatau Meluas, BNPB Terapkan OMC Hibrida
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • BNPB menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca hibrida dari Posko Bandara Pondok Cabe, dengan stimulasi hujan saat ada awan dan water mist saat awan terbatas.
  • Status Anak Krakatau berada di Level III Siaga sejak 2 Juli 2026, berdampak pada tiga kabupaten dan 15 kecamatan; BNPB menyiapkan armada dari Majalengka.
  • Sebaran abu mengganggu aktivitas warga, kesehatan, sekolah, nelayan, serta delapan bandara; BNPB menyatakan belum ada korban jiwa atau status darurat resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2 Juli 2026

Status Gunung Anak Krakatau ditingkatkan menjadi Level III (Siaga), berdampak pada tiga kabupaten dan 15 kecamatan.

Rabu (9/9/2026)

BNPB menerapkan OMC hibrida dari Posko Bandara Pondok Cabe untuk mengurangi sebaran abu vulkanik. Operasi menggunakan stimulasi hujan saat awan tersedia dan water mist saat awan tidak cukup; BNPB juga menyiapkan pergerakan pesawat dari Majalengka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BNPB menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca hibrida untuk mengurangi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai Jakarta, Banten, dan Lampung.
  • Who?
    BNPB dipimpin Kepala BNPB Suharyanto, bersama BMKG dan BPBD wilayah terdampak, menjalankan penanganan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Where?
    Operasi difokuskan dari Posko Bandara Pondok Cabe, dengan sasaran wilayah terdampak di Jakarta, Banten, dan Lampung. Alternatif armada disiapkan dari Majalengka melalui Bandara Kertajati.
  • When?
    Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026. Keterangan mengenai operasi disampaikan Suharyanto pada Rabu, 9 September 2026.
  • Why?
    Intervensi dilakukan karena abu vulkanik mengganggu aktivitas masyarakat, sekolah, nelayan, kesehatan pernapasan, serta operasional delapan bandara, termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.
  • How?
    Saat awan tersedia, pesawat menstimulasi hujan. Ketika awan tidak cukup, petugas menyebarkan water mist untuk mengurai dan mengikat partikel abu serta polutan di udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Abu dari Gunung Anak Krakatau terbang sampai Jakarta, Banten, dan Lampung. BNPB membantu dengan pesawat untuk membuat hujan kalau ada awan. Kalau tidak ada awan, petugas menyemprot kabut air. Delapan bandara sempat terganggu. Belum ada orang meninggal, tetapi abu bisa membuat napas dan mata tidak enak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penerapan OMC hibrida menunjukkan penanganan yang adaptif terhadap perubahan kondisi atmosfer, dengan pilihan teknik yang dapat disesuaikan untuk mengurangi partikel abu di udara. Kesiapan armada alternatif, koordinasi lintas lembaga, dan penyaluran bantuan darurat memperlihatkan respons tetap berjalan, sementara belum adanya korban jiwa memberi ruang bagi penanganan yang terukur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Abu vulkanik dari peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus menjadi perhatian pemerintah setelah sebarannya mencapai wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hibrida yang menggunakan dua metode teknis intervensi atmosfer secara intensif. Kepala BNPB, Suharyanto menjelaskan operasi OMC ini difokuskan dari Posko Bandara Pondok Cabe.

1. BNPB gunakan metode OMC hibrida

Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memeriksa bahan semai untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah dimuat ke dalam pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Suharyanto menjelaskan, OMC hibrida menggunakan dua metode intervensi atmosfer. Teknik yang dipilih bergantung pada ada atau tidaknya awan di wilayah operasi.

Ketika awan tersedia, pesawat melakukan stimulasi hujan. Sementara ketika tidak terdapat awan yang cukup, petugas menggunakan water mist untuk membantu mengurai dan mengikat partikel abu serta polutan di udara.

"Saat tersedia awan dilakukan stimulasi hujan, sedangkan ketika tidak terdapat awan, petugas menyebarkan water mist untuk mengurai dan mengikat partikel abu serta polutan berbahaya," kata Suharyanto, dikutip dari ANTARA pada Rabu (9/9/2026).

Dengan kombinasi kedua metode tersebut, OMC dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca di wilayah yang menjadi sasaran operasi.

2. BNBP siapkan alternatif armada pesawat

ilustrasi pesawat kargo (unsplash.com/Patrick Campanale)

Suharyanto juga menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan alternatif pergerakan armada pesawat untuk menjangkau sebaran abu secara optimal.

Percepatan intervensi ini juga dilakukan karena status Gunung Anak Krakatau yang ditingkatkan pada Level III (Siaga) sejak 2 Juli 2026 yang berdampak pada tiga kabupaten dan 15 kecamatan.

“Disiapkan alternatif pergerakan armada pesawat dari Majalengka seiring dibukanya kembali operasional Bandara Kertajati untuk menjangkau sebaran abu secara optimal,” ujarnya.

3. Delapan bandara sempat terdampak abu vulkanik

ilustrasi suasana bandara (unsplash.com/Daniel)

Suharyanto juga menyebut peningkatan aktivitas Anak Krakatau bahkan sempat menghambat operasional delapan bandara utama di Indonesia, yang mencakup keberangkatan maupun kedatangan pesawat.

“Erupsi Gunung Anak Krakatau sempat menghentikan operasional delapan bandara utama, termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma,” ujarnya.

Karena itu, operasi modifikasi cuaca tidak hanya diarahkan untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan aktivitas yang terganggu akibat sebaran abu.

4. BNPB menyebut belum ada korban jiwa

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurutnya, sebaran abu ini berdampak pada aktivitas masyarakat, sekolah, nelayan yang memicu gangguan kesehatan berupa iritasi dan pernafasan. Namun, pihak BNPB mengonfirmasi belum ada laporan terkait korban jiwa maupun penetapan status darurat.

“Belum ada laporan korban jiwa maupun penetapan status kedaruratan resmi dari pemerintah daerah setempat,” kata dia.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah pusat menghentikan penanganan. BNPB tetap menyalurkan bantuan darurat atas arahan Presiden Prabowo Subianto dan berkoordinasi dengan BMKG serta BPBD di wilayah terdampak.

Selaras dengan penetapan status ini, berdasarkan laporannya, Badan Geologi juga menjelaskan bahwa tubuh Gunung Anak Krakatau belum berpotensi mengalami runtuhan yang dapat memicu ancaman tsunami seperti pada tahun 2018.

Curated For You

Editorial Team

Related Article