Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sejumlah Wilayah di Iran Dihantam Proyektil, Serangan AS?

Sejumlah Wilayah di Iran Dihantam Proyektil, Serangan AS?
potret Kota Bandar Abbas, Iran (commons.wikimedia.org/alirezaseydabady)
  • Sejumlah wilayah Iran, termasuk Kota Sirik, dilaporkan dihantam proyektil dari udara pada 9 September 2026; belum ada rincian korban, kerusakan, maupun pelaku terkonfirmasi.
  • CENTCOM mengumumkan serangan terhadap fasilitas vital IRGC, sementara ledakan juga terdengar di Minab, Jask, dan Pulau Qeshm, kawasan pesisir Iran.
  • Saling serang AS-Iran berlanjut setelah perang kembali meletus pada 30 Agustus, dengan negosiasi perdamaian belum berlanjut dan tanpa jadwal perundingan baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sejumlah wilayah yang ada di Iran dikabarkan terkena serangan proyektil yang muncul dari udara. Salah satu wilayah yang terkena serangan tersebut adalah Kota Sirik yang ada di Iran selatan. Menurut laporan media Iran, peristiwa itu terjadi pada Rabu (9/9/2026). Hingga saat ini, belum ada detail lebih lanjut soal serangan tersebut, termasuk soal korban jiwa dan kerusakan. 

Belum diketahui siapa dalang dari serangan tersebut. Namun, serangan itu diduga berasal dari pasukan militer Amerika Serikat (AS). Sebab, pada hari yang sama, Komando Tengah (CENTCOM) militer AS mengatakan pihaknya telah meluncurkan serangan terbaru ke sejumlah fasilitas vital milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), seperti situs pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, sistem ranjau, serta situs komunikasi. 

  1. 1. Kota Sirik memang sering jadi target serangan AS

    Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
    potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Connor Scott McManus)

    Dilansir Jerusalem Post, Kota Sirik sendiri memang sudah sering menjadi target serangan AS ke Iran sejak perang meletus pada Februari lalu. Kota tersebut juga menjadi salah satu target serangan Negeri Paman Sam pada September ini. Sudah banyak warga Iran yang tinggal di sana tewas akibat gempuran Washington. 

    Pada 1 September pekan lalu, misalnya, Washington menyerang Sirik dan sejumlah kota lainnya yang ada di Iran, seperti Bandar Abbas, Ahvaz, dan Aghajari. Ketika itu, serangan AS di Sirik menghantam acara pernikahan salah satu warga Iran. Serangan tersebut dikabarkan menewaskan 4 orang dan melukai setidaknya 68 orang.  

  2. 2. Serangan juga terjadi di wilayah Iran lainnya

    Pulau Qeshm milik Iran yang terletak di Selat Hormuz.
    potret Pulau Qeshm milik Iran yang terletak di Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/NASA)

    Selain di Sirik, serangan dikabarkan juga terjadi di sejumlah wilayah Iran lainnya. Beberapa di antaranya, seperti di Kota Minab, Kota Jask, dan Pulau Qeshm. Menurut laporan IRNA yang dikutip Anadolu Agency, ledakan keras terdengar di ketiga wilayah tersebut pada Rabu, hari yang sama saat serangan di Sirik terjadi. 

    Semua tempat yang terkena serangan tadi merupakan wilayah pesisir Iran. Di sanalah militer Iran biasanya meluncurkan serangan ke Selat Hormuz atau ke AS. Oleh karena, AS diduga menyerang area tersebut agar Teheran tidak bisa menyerang mereka. Ini merupakan salah satu upaya AS untuk melumpuhkan kekuatan militer Iran.

  3. 3. Aksi saling serang AS dan Iran masih berlangsung

    Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
    ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

    Hingga saat ini, aksi saling serang antara AS dan Iran masih berlangsung. Padahal, bentrokan di antara Washington dan Teheran sudah sempat mereda pada pertengahan Agustus lalu. Namun, perang kembali meletus sejak 30 Agustus.

    Pada Selasa (8/9/2026) lalu, Iran juga melakukan serangan udara ke markas militer AS yang ada di Yordania. Teheran menyebut itu merupakan serangan terbesar yang pernah mereka lakukan ke Washington. 

    Aksi saling serang ini semakin menghambat upaya perdamaian di antara AS dan Iran. Terlebih, hingga saat ini, negosiasi damai kedua negara sama sekali belum berlanjut. Belum ada informasi terbaru soal kapan Washington dan Teheran akan kembali ke meja perundingan untuk membicarakan perdamaian. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More