Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada El Nino, Pemerintah Siagakan 240 Bendungan Antisipasi Kekeringan
Konferensi pers Bakom RI (dok. Istimewa)
  • Pemerintah menyiagakan 240 bendungan beroperasi untuk menjaga cadangan air, irigasi, pengendalian banjir, dan kebutuhan masyarakat saat kemarau serta ancaman El Nino.
  • Lima bendungan di NTB, Jawa Tengah, Bali, dan Aceh telah diresmikan pada 10 Juli 2026; pemerintah juga membangun 15 bendungan di 10 provinsi.
  • Selain bendungan, pemerintah mengoptimalkan 601 situ dan danau, 1.034 tampungan air baku, serta 10.789 sumur bor guna memperkuat ketersediaan air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pemerintah menyiapkan ratusan bendungan sebagai upaya menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino pada musim kemarau tahun ini. Selain menjaga pasokan air bagi masyarakat, bendungan juga menjadi penopang sektor pertanian, pengendali banjir, penyedia air baku, hingga sumber energi terbarukan.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, menjelaskan keberadaan bendungan menjadi kebutuhan penting karena masih banyak wilayah pertanian bergantung pada pola tanam tadah hujan.

"Tanpa dukungan bendungan dan irigasi yang memadai, banyak wilayah pertanian masih mengandalkan pola tanam tadah hujan yang rentan terhadap perubahan musim termasuk ancaman kekeringan saat El Nino maupun banjir curah hujan tinggi," ujar Kurnia dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

1. Sudah ada bendungan baru yang diresmikan Presiden Prabowo

Bendungan Meninting, Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kurnia mengatakan, sudah ada lima bendungan secara serentak pada 10 Juli 2026 yang diresmikan. Kelimanya meliputi Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Jelantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh.

Seluruh bendungan tersebut mulai dibangun sejak 2015 hingga 2019 dan kini telah selesai, sehingga siap mendukung kebutuhan air, irigasi, serta pengendalian banjir di daerah masing-masing. Kurnia memaparkan, hingga 21 Juli 2026 Kementerian PU mencatat terdapat 240 bendungan yang telah beroperasi.

Selain itu, pemerintah masih melanjutkan pembangunan 15 bendungan dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp32,806 triliun.

"Terkait progres pembangunan, menurut data Kementerian PU per 21 Juli 2026, saat ini terdapat 240 bendungan yang telah beroperasi dan 15 bendungan yang masih dalam pembangunan dengan kebutuhan anggaran sebesar 32,806 triliun rupiah," ucap dia.

2. Pembangunan 15 bendungan tersebar di 10 provinsi

Bendungan Meninting, Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Pembangunan tersebut tersebar di 10 provinsi, meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Maluku. Proyek itu mencakup Bendungan Bagong, Bener, Budong-Budong, Bulango Ulu, Cabean, Cibeet, Cijurey, Jenelata, Jragung, Karangnongko, Manikin, Mbai, Riam Kiwa, Tiga Dihaji, serta Way Apu.

Setiap bendungan memiliki kapasitas tampung dan cakupan layanan irigasi berbeda. Secara keseluruhan, seluruh proyek tersebut diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1 miliar meter kubik air dan mengairi lebih dari 200 ribu hektare lahan pertanian di berbagai daerah. Menurut Kurnia, pembangunan bendungan bukan hanya berorientasi pada penyediaan air untuk sawah, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional melalui beragam fungsi strategis.

"Secara total ke-15 bendungan ini diproyeksikan menampung air lebih dari 1 miliar meter kubik dan menyuplai kebutuhan irigasi untuk lebih dari 200.000 hektar lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia," kata dia.

Saat ini, 240 bendungan yang telah beroperasi menjadi salah satu infrastruktur utama yang disiagakan pemerintah menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino. Keberadaannya menjaga cadangan air tetap tersedia ketika curah hujan menurun.

3. Pemerintah siagakan situ hingga danau

Suasana kawasan danau di JSC (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Selain bendungan, pemerintah juga mengoptimalkan pemanfaatan situ, danau, tampungan air baku, serta sumur bor untuk memperkuat ketersediaan air di berbagai wilayah. Kurnia menyampaikan, berdasarkan data Kementerian PU per 24 Juli 2026, total volume tampungan dari 240 bendungan mencapai 9,74 miliar meter kubik.

Pemerintah juga memiliki 601 situ dan danau dengan volume tampungan 135,59 miliar meter kubik, 1.034 tampungan air baku berkapasitas 435,67 juta meter kubik, serta 10.789 sumur bor dengan kapasitas 114.811,487 meter kubik per detik.

"Menurut data Kementerian PU per 24 Juli 2026, 240 bendungan yang beroperasi memiliki total volume tampungan air mencapai 9,74 miliar meter kubik. Lalu ada 601 situ dan danau dengan total volume tampungan 135,59 miliar meter kubik, 1.034 tampungan air baku dengan total volume tampungan 435,67 juta meter kubik, dan 10.789 sumur bor dengan total kapasitas 114.811,487 meter kubik per detik," ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article