Fiji Tetapkan Darurat Nasional imbas Lonjakan Penyebaran HIV

- Fiji mendeklarasikan darurat nasional HIV pada 17 September 2026 setelah jumlah diagnosis meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, menjadikan HIV sebagai krisis nasional.
- Pemerintah akan menyediakan pengobatan pencegahan HIV gratis bagi kelompok berisiko dan mendistribusikan jarum bersih, di tengah tingginya penggunaan narkoba suntik.
- Setiap 60 orang dewasa di Fiji hidup dengan HIV; kasus baru mencapai 2.060 pada 2025, naik dari 167 pengidap lima tahun sebelumnya.
Jakarta, IDN Times - Fiji resmi mendeklarasikan darurat nasional imbas penyebaran virus HIV pada Kamis (17/9/2026). Keputusan ini imbas kenaikan jumlah orang yang didiagnosa mengidap penyakit berbahaya ini dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2025, negara kepulauan di Pasifik itu sudah mengumumkan penyebaran HIV secara nasional. Penemuan lonjakan pengidap HIV didorong oleh banyaknya warga yang mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
1. Sebut lebih banyak orang yang hidup dengan HIV

ilustrasi virus HIV (unsplash.com/niaid) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Fiji mengatakan bahwa deklarasi darurat nasional ini berarti HIV sudah menjadi krisis nasional. Dengan ini, pemerintah mengajak warga lebih serius dalam membantu mencegah penyebaran HIV dan tidak akan membiarkan seperti tidak ada masalah.
Dilansir Democrata, pemerintah Fiji mengaku bahwa banyaknya warga yang terdeteksi membuktikan bahwa semakin banyak orang yang dapat diselamatkan. Alhasil, respons dari pemerintah bekerja sesuai dengan perencanaan.
2. Pemerintah akan memberikan perawatan pencegahan HIV gratis

ilustrasi tenaga kesehatan (Unsplash/Gani Nurhakim) Pada saat yang sama, Kemenkes Fiji menggarisbawahi bahwa pengobatan pencegahan HIV gratis akan diberikan kepada warga yang paling berisiko. Selain itu, jarum bersih akan didistribusikan ke orang yang membutuhkan obat suntikan.
Dilansir The Guardian, Fiji dikenal sebagai salah satu negara yang menjadi pusat penggunaan narkoba, terutama jenis sabu-sabu. Alhasil, meningkatnya konsumsi narkoba berbuntut pada tingginya penyebaran HIV imbas kurangnya akses jarum bersih.
Menurut UNAIDS, transmisi HIV di Fiji mayoritas disebabkan oleh hubungan seksual. Sementara, lebih dari 42 persen dari injeksi narkoba menggunakan jarum kotor juga memperparah penularan HIV di negara Pasifik tersebut.
3. Terdapat lebih dari 2 ribu orang yang terjangkit HIV

ilustrasi tenaga kesehatan (unsplash.com/hush52) Menteri Kesehatan Fiji, dr. Ratu Atonio Labalavu mengatakan bahwa setiap 60 orang dewasa di Fiji saat ini hidup dengan HIV. Padahal, 5 tahun lalu, hanya sebanyak 167 orang yang mengidap penyakit ini. Pada 2025, jumlahnya melonjak hingga mencapai 2.060 pengidap baru.
UNAIDS mengatakan bahwa Fiji menjadi salah satu negara dengan kasus penularan HIV tertinggi di dunia. Jumlah penularan HIV di negara kepulauan tersebut melonjak 12 kali lipat dari 2010 hingga 2025.




















