Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AHY Jumpa Dubes dan Diaspora di Rusia, Bahas Pembangunan Nasional
Menko AHY kunjungi KBRI Moskow, berdiiskusi dengan Dubes dan diaspora di Rusia. (Dok. Kemenko Infra)
  • Menko AHY bertemu Dubes RI dan diaspora Indonesia di Rusia untuk memperkuat kolaborasi pembangunan nasional serta menindaklanjuti kerja sama strategis Indonesia-Rusia di bidang infrastruktur dan konektivitas maritim.
  • AHY memaparkan program strategis nasional seperti pembangunan Giant Sea Wall, pengembangan transportasi massal, dan kebijakan Zero ODOL guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan kewilayahan.
  • Diaspora Indonesia di Rusia diajak menjadi penghubung peluang kerja sama perdagangan, riset, energi, dan logistik sekaligus memperluas jaringan ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar Rusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak AHY pergi ke Rusia dan bertemu Pak Dubes Indonesia dan orang-orang Indonesia yang tinggal di sana. Mereka bicara soal kerja sama supaya Indonesia bisa makin maju. Pak AHY bilang banyak rencana besar, seperti bangun tembok laut, rumah, dan kereta. Sekarang mereka mau kerja bareng supaya Indonesia dan Rusia makin kompak dan saling bantu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertemuan Menko AHY dengan Dubes dan diaspora Indonesia di Rusia mencerminkan semangat kolaboratif yang kuat dalam memperkuat pembangunan nasional. Melalui apresiasi terhadap peran KBRI Moskow dan ajakan bagi diaspora untuk berkontribusi di berbagai sektor strategis, kegiatan ini menunjukkan sinergi positif antara diplomasi, inovasi, dan partisipasi masyarakat global Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak diaspora Indonesia di Federasi Rusia untuk berkolaborasi dan mengambil peran lebih aktif dalam mendukung pembangunan nasional.

Ajakan tersebut disampaikan Menko AHY saat bertemu Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia Jose A.M. Tavares, jajaran KBRI Moskow, serta perwakilan diaspora Indonesia di Rusia pada Minggu (31/5/2026).

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Konsultasi Bilateral II atas undangan Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolai P. Patrushev sebagai tindak lanjut Konsultasi Bilateral I pada November 2025 yang menghasilkan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) di bidang Infrastruktur dan Konektivitas Maritim.

Kegiatan ini juga menjadi bagian tindak lanjut dari Deklarasi Kemitraan Strategis yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di St. Petersburg pada 19 Juni 2025, yang mencakup 18 sektor kerja sama strategis.

1. Apresiasi dari AHY untuk KBRI Moskow

Menko AHY kunjungi KBRI Moskow, berdiiskusi dengan Dubes dan diaspora di Rusia. (Dok. Kemenko Infra)

Dalam pertemuan tersebut, AHY menyampaikan apresiasi kepada KBRI Moskow yang telah mendukung dan memfasilitasi berbagai agenda kerja sama Indonesia-Rusia. Dengan begitu, kerja sama Indonesia dan Rusia berjalan lancar.

“Setiap diplomasi internasional membutuhkan koordinasi yang tidak sederhana. Kami sungguh menghargai dedikasi KBRI Moskow dalam menjaga dan memperkuat hubungan baik Indonesia dan Federasi Rusia,” ujar AHY dalam keterangannya.

2. Menko AHY paparkan sejumlah program strategis

Menko AHY kunjungi KBRI Moskow, berdiiskusi dengan Dubes dan diaspora di Rusia. (Dok. Kemenko Infra)

Di hadapan para diaspora, Menko AHY memaparkan sejumlah program strategis nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya untuk menopang target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Program-program tersebut meliputi pembangunan Giant Sea Wall Pantai Utara Jawa dengan estimasi investasi 80 miliar dolar AS yang membentang dari Banten hingga Gresik, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana, Gerakan Indonesia ASRI untuk penataan kawasan kumuh dan permukiman nelayan, sertaa Program Pembangunan 3 Juta Rumah.

Selain itu ada juga pengembangan jaringan perkeretaapian lintas pulau dan transportasi massal berbasis Transit Oriented Development (TOD), penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (Zero ODOL) yang akan efektif penuh pada 2027, penguatan bendungan dan ketahanan air, serta dukungan pengembangan Ibu Kota Nusantara.

Menko AHY menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air, memperkuat konektivitas, meningkatkan pemerataan pembangunan kewilayahan, serta memperkuat ketahanan lingkungan.

“Diaspora Indonesia bukan hanya representasi bangsa di luar negeri, melainkan juga mitra strategis pembangunan nasional. Kami melihat banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari transfer pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, promosi investasi, hingga penguatan diplomasi teknologi dan inovasi,” kata AHY.

3. Diaspora bisa jadi penghubung untuk peluang kerja sama

Menko AHY kunjungi KBRI Moskow, berdiiskusi dengan Dubes dan diaspora di Rusia. (Dok. Kemenko Infra)

Menurut Menko AHY, diaspora Indonesia di Rusia juga dapat berperan sebagai penghubung berbagai peluang kerja sama konkret di bidang perdagangan, pendidikan, riset, energi, kemaritiman, logistik, dan infrastruktur.

Pemerintah Indonesia, lanjut Menko AHY, saat ini juga terus mendorong peningkatan ekspor berbagai komoditas unggulan ke pasar Rusia, seperti produk perikanan, kopi, rempah-rempah, dan produk maritim. Karena itu, diaspora diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat jaringan distribusi, pemasaran, dan pengembangan akses pasar bagi produk Indonesia.

“Kami berharap diaspora dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperluas jejaring perdagangan Indonesia di Rusia, sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua negara,” ujarnya.

Menko AHY juga mendorong penguatan pemetaan dan konsolidasi diaspora Indonesia di Rusia secara lebih terstruktur berdasarkan bidang keahlian dan potensi kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

Editorial Team

Related Article