Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pimpinan AQL Islamic Center, Ustaz Bachtiar Nasir (dok. AQL Islamic Center)
  • Aksi Rakyat Bela Indonesia dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/11/2026) di Universitas Al-Azhar, Jakarta Selatan.

  • Kegiatan diawali salat subuh, dengan puncak acara pada pukul 08.00-10.00 WIB di Lapangan Hijau Al-Azhar.

  • Gerakan ini menyoroti dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto serta tindak lanjut putusan MA dan MK terkait Gibran Rakabuming Raka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (7/11/2026)

Ketua Organizing Committtee Bachtiar Nasir menyampaikan bahwa Aksi Rakyat Bela Indonesia akan dimulai.

Minggu (8/11/2026)

Aksi Rakyat Bela Indonesia dijadwalkan berlangsung di Universitas Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan dimulai dengan salat subuh.

pukul 08.00-10.00 WIB

Puncak acara berlangsung di Lapangan Hijau Al-Azhar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Aksi Rakyat Bela Indonesia akan digelar dan menyoroti dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto serta tindak lanjut putusan MA dan MK mengenai Gibran Rakabuming Raka.
  • Who?
    Gerakan ini dinisiasi 24 tokoh, antara lain Ferry Juliantono, Jimly Ashidddiqie, dan Bachtiar Nasir sebagai Ketua Organizing Committtee.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Universitas Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tepatnya di Lapangan Hijau Al-Azhar.
  • When?
    Aksi digelar pada Minggu (8/11/2026). Puncak acara berlangsung pukul 08.00-10.00 WIB.
  • Why?
    Gerakan tersebut menyoroti dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto serta tindak lanjut putusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.
  • How?
    Kegiatan dimulai dengan salat subuh, kemudian dilanjutkan puncak acara dan ajakan kepada seluruh elemen rakyat serta masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aksi Rakyat Bela Indonesia akan berlangsung di Universitas Al-Azhar, Jakarta Selatan. Ada 24 tokoh yang membuat gerakan ini, termasuk Ferry Juliantono dan Jimly Ashidddiqie. Kegiatannya dimulai dengan salat subuh, lalu acara utama pagi hari. Mereka membahas dugaan penyadapan Presiden Prabowo dan putusan MA serta MK tentang Gibran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gerakan ini membuka ruang bagi sejumlah elemen rakyat dan masyarakat untuk menyampaikan perhatian terhadap dugaan penyadapan serta tindak lanjut putusan lembaga negara. Kegiatan juga memiliki rangkaian yang jelas, dimulai dengan salat subuh dan dilanjutkan acara utama di Lapangan Hijau Al-Azhar pada pagi hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gerakan Aksi Rakyat Bela Indonesia akan digelar pada Minggu (8/11/2026) di Universitas Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Gerakan ini diinisiasi oleh 24 tokoh, antara lain Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Ketua MKMK Jimly Ashidddiqie.

"Bahwa besok kita akan mulai gerakan pertama kita, aksi kita, Aksi Rakyat Bela Indonesia," ujar Ketua Organizing Committtee Bachtiar Nasir dalam konferensi pers pada Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan akan dimulai dengan salat subuh. Lalu, puncak acara berlangsung pada pukul 08.00-10.00 WIB.

"Kita akan melakukan aksi di Lapangan Hijau Al-Azhar. Untuk itu kami mengundang, mengajak seluruh elemen rakyat, elemen masyarakat," ujarnya.

Gerakan Aksi Rakyat Bela Indonesia menyoroti sejumlah hal seperti dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto oleh eks Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

"Bagi saya ini (penyadapan) adalah pengkhianatan," ujarnya.

Selain itu, Gerakan tersebut juga menyorot tindak lanjut dari putusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi mengenai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Saya kira MK dan MA ini kan lembaga negara yang sudah memutuskan secara tegas dalam hal ini bahwa ini bukan cuma cacat secara hukum dan moral, sudah mungkin istilah Undang-Undang dasar sudah tercela," katanya.

"Kalau ini tidak diputuskan oleh pemerintah sekarang, tidak dijalankan oleh pemerintahan Prabowo, ini akan menjadi panjang persoalannya karena ini sakral masalah hukum ini, sehingga ini harus dituntaskan," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article