Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyoroti dugaan intimidasi dan upaya penggembosan demonstrasi mahasiswa yang direncanakan digelar pada 20 Oktober 2026, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dia mendesak pemerintah menghentikan teror terhadap aktivis dan mahasiswa serta mengusut dugaan serangan terhadap pembela HAM.
“Semakin tidak diungkap, semakin tidak ada kejelasan siapa pelakunya, semakin itu membuat publik yakin bahwa aparat ada di balik serangan terhadap Bapis atau di balik usaha penggembosan aksi mahasiswa yang rencananya akan digelar pada 20 Oktober dan mungkin batal, mungkin diundur ke hari lain, yang pasti sedang ada upaya untuk mengintimidasi, mengkooptasi para mahasiswa yang sangat berbahaya bagi situasi hak asasi manusia di tahun-tahun yang akan datang," kata Usman saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
