Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asal-usul Kata Kokopan yang Viral usai Prabowo Salah Ucap Kekompakan
Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan pidato kunci di Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok pada 2026. (Dok. Biro Pers Istana)
  • Presiden Prabowo Subianto salah mengucapkan “kekompakan” menjadi bunyi menyerupai “kokopan” saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, 21 Oktober 2026.

  • Kata Jawa “kokop” atau “ngokop” berarti minum langsung dengan menyelupkan mulut ke sumber air, tetapi “kokopan” bukan bentuk baku dengan makna tersebut.

  • Video salah ucap itu viral dan menjadi bahan candaan warganet; dalam pidato, Prabowo sebenarnya mengapresiasi kerja sama kabinet selama dua tahun pemerintahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (21/10/2026)

Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta dan mengapresiasi kinerja kabinet selama dua tahun pemerintahan. Ia salah mengucapkan “kekompakan” hingga terdengar seperti “kokopan”.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Presiden Prabowo Subianto salah mengucapkan “kekompakan” menjadi bunyi menyerupai “kokopan” saat pidato Sidang Kabinet Paripurna. Potongan videonya kemudian ramai diperbincangkan dan dijadikan bahan candaan di media sosial.
  • Who?
    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada para menteri dan jajaran kabinet. Warganet turut menyebarkan serta mengomentari potongan video salah ucap tersebut di media sosial.
  • Where?
    Kesalahan pengucapan terjadi di Istana Kepresidenan Jakarta. Video pidato tersebut kemudian beredar dan ramai dibahas di media sosial.
  • When?
    Momen itu terjadi pada Rabu, 21 Oktober 2026, saat Sidang Kabinet Paripurna bertema “2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri”.
  • Why?
    Prabowo sedang menyampaikan terima kasih atas kerja sama jajaran kabinet selama dua tahun pemerintahan dan menekankan pentingnya kemampuan anggota organisasi untuk bekerja sama.
  • How?
    Saat hendak menyebut “kekompakan teamwork”, Prabowo lebih dahulu mengucapkan bunyi menyerupai “kokopan”. Kata kokop atau ngokop dalam kamus Jawa berarti minum langsung, tetapi “kokopan” bukan bentuk baku dengan makna tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo salah bilang saat rapat kabinet di Jakarta. Ia mau bilang “kekompakan”, tapi terdengar seperti “kokopan”. Video itu lalu ramai di media sosial dan banyak orang bercanda. Kata kokop dalam bahasa Jawa bisa berarti minum langsung dari tempat air. Namun, Prabowo hanya salah ucap, bukan sengaja memakai kata itu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di balik momen salah ucap yang mengundang humor, pidato tersebut tetap menonjolkan apresiasi Presiden Prabowo kepada jajaran kabinet atas kerja mereka selama dua tahun. Ramainya “kokopan” juga memperlihatkan ruang digital yang merespons peristiwa resmi dengan candaan, sekaligus memicu perhatian pada perbedaan bunyi, makna, dan kosakata Jawa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengalami momen salah ucap, saat menyampaikan pidato dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Ketika hendak mengucapkan terima kasih kepada jajaran kabinetnya selama dua tahun pemerintahan, kata yang keluar justru “kokopan” dari yang seharusnya "kekompakan".

Potongan video tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Kesalahan pengucapan yang terjadi di tengah pidato resmi itu membuat warganet menyoroti kata yang terdengar tidak biasa tersebut.

Lantas, dari mana asal-usul kata "kokopan" dan apa artinya? Simak penjelasan berikut.

1. Kokop berarti minum langsung dari wadah

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet)

Kata “kokopan” yang terdengar dalam pidato Prabowo mengingatkan sebagian masyarakat pada kata "kokop" atau "ngokop". Dalam Kamus Bahasa Jawa-Indonesia yang dikelola Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kata kokop dan ngokop memiliki arti minum dengan menyelupkan mulut ke sumber air, seperti binatang yang sedang minum, atau minum secara langsung.

Makna tersebut membuat kata “kokopan” terdengar menggelitik ketika dikaitkan dengan konteks pidato Presiden. Namun, perlu dibedakan bahwa kamus resmi tersebut mencatat kokop dan ngokop sebagai kosa kata bahasa Jawa, bukan menetapkan “kokopan” sebagai bentuk baku yang berarti minum langsung dari wadah.

Dengan demikian, penyebutan “kokopan” dalam konteks ini lebih tepat dipahami sebagai bunyi yang muncul akibat kekeliruan pengucapan kata “kekompakan”, bukan sebagai penggunaan istilah bahasa daerah yang disengaja oleh Presiden.

2. Momen Prabowo salah ucap saat apresiasi kabinetnya

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Momen tersebut terjadi ketika Prabowo memimpin Sidang Kabinet Paripurna dengan tema “2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri” pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam pidatonya, ia menyampaikan apresiasi kepada para menteri dan jajaran kabinet atas kinerja mereka selama dua tahun pemerintahan.

Prabowo kemudian menekankan pentingnya kerja sama tim dalam menjalankan organisasi. Ia menilai keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga kemampuan setiap anggotanya untuk bekerja sama.

“Saya ingin ucapkan terima kasih atas kekompakan teamwork yang saudara-saudara tunjukkan selama dua tahun ini,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Dalam konteks tersebut, kata yang dimaksud Prabowo adalah “kekompakan”. Namun pada awalnya, dia salah mengucapkan, sehingga menjadi "kokopan", bunyi kata tersebut terdengar berbeda hingga menjadi perhatian publik.

3. Sebutan kokopan viral di media sosial

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya saat Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Potongan video ketika Prabowo salah mengucapkan kata “kokopan” beredar di media sosial, setelah sidang kabinet berlangsung. Cuplikan tersebut menarik perhatian warganet, karena bunyi kata yang terdengar berbeda dari maksud kalimat Presiden.

Sejumlah pengguna media sosial kemudian menjadikan kata “kokopan” sebagai bahan candaan. Warganet membagikan potongan video tersebut, dan menuliskan berbagai komentar jenaka mengenai pengucapan Prabowo.

"Dalam psikologi hal ini bisa disebut dengan Freudian slip. Contoh mau manggil pacar malah kesebut nama mantan," unggah pemilik @u***d, di komentar salah satu konten di media sosial.

Perbincangan itu memperlihatkan bagaimana momen singkat dalam pidato pejabat publik dapat menjadi bahan guyonan di ruang digital. Meski begitu, kata “kokopan” yang ramai diperbincangkan warganet tidak merujuk pada kosakata baku bahasa Indonesia atau pun bahasa daerah dengan makna yang sama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article