Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bahas Anggaran 2027, BGN dan DPR Rapat Tertutup
Kepala BGN Nanik S Deyang (kanan) dan Wakil Kepala BGN Trenggono. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat tertutup membahas Rencana Kerja dan Anggaran 2027, dihadiri pimpinan baru BGN termasuk Ketua Nanik S Deyang.
  • Nanik sebelumnya melapor ke Presiden Prabowo soal efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta rencana fokus penyaluran untuk kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita.
  • BGN akan moratorium pendirian dapur MBG baru, evaluasi dapur yang ada, serta mengalihkan fokus penyaluran dari wilayah aglomerasi ke daerah 3T demi peningkatan kualitas gizi penerima.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
11 Juni 2026

Kepala BGN Nanik S Deyang menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyampaikan bahwa langkah efisiensi tersebut menjadi kabar baik bagi pengelolaan anggaran.

15 Juni 2026

Rapat kerja tertutup antara Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) digelar di Gedung DPR RI, Jakarta. Rapat membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dalam APBN 2027.

kini

BGN mempersiapkan kebijakan baru untuk memperkuat penyaluran MBG kepada kelompok ibu hamil, menyusui, dan balita. Program diarahkan ke wilayah 3T dengan moratorium dapur baru serta fokus pada peningkatan kualitas gizi penerima.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Rapat kerja tertutup antara Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) digelar untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dalam APBN tahun 2027.
  • Who?
    Peserta rapat meliputi anggota Komisi IX DPR RI, pimpinan BGN seperti Kepala Nanik S Deyang, Wakil Ketua Mayjen (purn) TNI Trenggono, dan Agustina Arumsari. Presiden Prabowo Subianto turut memberi arahan terkait program MBG.
  • Where?
    Rapat berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta. Sebelumnya, pertemuan antara Kepala BGN dan Presiden Prabowo dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
  • When?
    Kegiatan rapat digelar pada Senin, 15 Juni 2026. Pertemuan antara Kepala BGN dengan Presiden berlangsung sebelumnya pada Kamis, 11 Juni 2026.
  • Why?
    Pembahasan dilakukan untuk menyiapkan anggaran tahun 2027 serta menindaklanjuti rencana efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk evaluasi dapur MBG dan penyesuaian fokus penyaluran ke wilayah prioritas.
  • How?
    Rapat disepakati secara tertutup setelah seluruh peserta menyetujui keputusan tersebut. BGN merencanakan moratorium dapur baru, pemetaan kebutuhan wilayah, serta pengalihan distribusi MBG ke daerah tertinggal sesuai arahan presiden.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari ini orang-orang di DPR dan BGN rapat diam-diam di gedung besar di Jakarta. Mereka ngomong soal uang dan rencana buat tahun 2027. Bu Nanik yang jadi ketua baru BGN datang, dia dulu juga ketemu Pak Presiden Prabowo. Sekarang BGN mau kasih makan bergizi untuk ibu dan anak kecil, dan mau perbaiki dapur supaya bersih dan aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rapat tertutup antara Komisi IX DPR RI dan BGN menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menata kembali program gizi nasional secara lebih efisien dan tepat sasaran. Dengan kepemimpinan baru, BGN berfokus pada peningkatan kualitas layanan, penyaluran bantuan ke wilayah 3T, serta evaluasi dapur MBG agar keamanan pangan dan mutu gizi semakin terjamin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rapat kerja Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) digelar secara tertutup. Agenda rapat tersebut difokuskan untuk membahas Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pada APBN 2027.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, mulanya menanyakan kepada seluruh anggota forum apakah rapat bersama BGN tersebut digelar secara terbuka atau tertutup. Seluruh peserta rapat menyatakan setuju rapat digelar tertutup.

Sementara itu, rapat dihadiri oleh skuad baru pimpinan BGN, di antaranya Kepala BGN Nanik S Deyang, Wakil Ketua BGN, Mayjen (purn) TNI Trenggono, dan Agustina Arumsari.

"Oke. Seperti rapat-rapat kita kemarin, rapat insyaallah nyatakan tertutup untuk umum," ujar Nanik sekaligus mengetok palu sidang, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Sebelumnya, Nanik sempat menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (11/6/2026). Ini terjadi selang beberapa hari dia dilantik sebagai pimpinan baru BGN untuk menggantikan Dadan Hindayana yang diduga terjerat kasus korupsi.

"Efesiensi anggaran, kabar gembira. Biar turun, biar turun, efesiensi. Mau lapor Pak Presiden efesiensi," kata Nanik kepada jurnalis saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ke depan, BGN akan memperkuat penyaluran MBG untuk kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Mitra satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) nanti akan diwajibkan menyalurkan program kepada kelompok ini.

Langkah ini dilakukan karena MBG dinilai paling efektif mendukung pertumbuhan anak usia nol bulan hingga sembilan tahun.

BGN juga akan melakukan moratorium atau penghentian sementara pendirian dapur MBG baru karena ditemukan penumpukan SPPG di wilayah aglomerasi. Selain itu, pemerintah akan melakukan pemetaan kebutuhan dapur ideal di setiap wilayah agar program lebih efisien. Meski demikian, Nanik memastikan moratorium tidak akan mengurangi jumlah penerima MBG yang sudah berjalan saat ini.

Selain itu, BGN akan mengevaluasi dapur-dapur MBG yang sudah beroperasi, mulai dari aspek keamanan pangan, fasilitas, hingga kompetensi sumber daya manusia (SDM). Dapur yang tidak memenuhi standar akan ditangguhkan sementara.

Penyaluran MBG dari wilayah aglomerasi dan sekolah elite ke depan akan difokuskan ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Di wilayah 3T, BGN akan memaksimalkan fasilitas yang sudah tersedia, seperti kantin sekolah dan dapur komunitas. BGN juga telah mendapat restu dari Presiden Prabowo untuk tidak fokus pada mengejar target 82 juta penerima MBG tahun ini. BGN akan fokus memperbaiki kualitas untuk memastikan penerima mendapatkan makanan yang bergizi. 

“Sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi ya,” kata Nanik.

Editorial Team

Related Article