Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono (Botok) saat ditanya soal adanya audiensi pimpinan DPR dengan Forum Komunikasi Rakyat Pati di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (24/8/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Sementara itu, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membuka posko di depan Gedung DPR RI. Ini dilakukan jelang aksi yang rencananya akan digelar pada 27 Agustus 2026. Rombongan diketahui tiba di Depan Gedung DPR RI pada Jumat (21/8/2026).
Aktivis AMPB, Supriyono alias Botok, mengatakan rombongan dari Pati datang ke Jakarta untuk mendukung gerakan yang sebelumnya diinisiasi masyarakat dari Jakarta dan Bogor. Selain memberi dukungan secara langsung, AMPB juga datang membawa aspirasi dan tuntutan.
Botok mengatakan AMPB membuka posko untuk mengakomodasi masyarakat dari berbagai daerah yang akan datang ke Jakarta. Posko juga dipersiapkan untuk menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi sebelum aksi digelar.
Botok mengatakan AMPB membuka posko untuk mengakomodasi masyarakat dari berbagai daerah yang akan datang ke Jakarta. Posko juga dipersiapkan untuk menjadi tempat berkumpul dan berdiskusi sebelum aksi digelar.
Menurut Botok, rombongan berangkat dari Pati pada 20 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB dan tiba di Gedung DPR RI pada 21 Agustus 2026 kisaran pukul 09.00 WIB.
“Kita datang ke sini untuk membuka posko dulu ya. Posko itu fungsinya untuk mengakomodasi, untuk mengonsolidasi ya teman-teman dari daerah seluruh Indonesia berkumpul di posko untuk mengakomodasi. Selain itu, posko juga menerima donasi ya, seperti air mineral, sembako, dan lain-lain. Karena kita juga membuka dapur umum dan donasi tersebut nanti kita salurkan untuk kegiatan di tanggal 27 Agustus. Jadi dari rakyat kembali untuk rakyat,” kata Botok.