Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Basarnas Siap Bantu Evakuasi Korban Gempa Venezuela Jika Diminta
Ilustrasi gempa. (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Basarnas menyatakan kesiapan mengirim tim evakuasi ke Venezuela setelah negara itu menetapkan status darurat nasional akibat gempa besar, namun menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat.
  • INASAR, grup pertolongan internasional beranggotakan personel Basarnas dengan sertifikasi INSARAG medium class, siap diterjunkan bila ada permintaan bantuan kemanusiaan dari Venezuela.
  • Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela hingga menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah dan penutupan total bandara utama Maiquetia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Venezuela ada gempa besar yang bikin banyak gedung rusak dan bandara tutup. Pemerintah sana bilang ini darurat nasional. Di Indonesia, Basarnas siap kirim tim buat bantu orang-orang kalau diminta. Mereka punya tim hebat yang biasa tolong saat bencana. Tapi sekarang belum ada permintaan resmi untuk bantuan itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Basarnas siap mengirimkan tim untuk membantu proses evakuasi korban gempa bumi di Venezuela setelah negara tersebut menetapkan status darurat nasional.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan bahwa kesiapan pengiriman tim pencarian dan pertolongan nasional ke Venezuela tersebut sepenuhnya akan mengikuti instruksi dan keputusan resmi dari pemerintah pusat.

Dalam hal ini Pemerintah Indonesia memiliki grup pertolongan internasional terlatih (INASAR) yang didalamnya termasuk personel Basarnas. INASAR merupakan bagian dari International Search And Rescue Advisory Group (INSARAG) dengan sertifikasi medium class dan sudah berpengalaman menangani peristiwa kedaruratan bencana gempa bumi seperti Myanmar dan Turki.

"Jadi Basarnas selalu siap bila diminta untuk membantu evakuasi korban gempa di Venezuela atas keputusan pemerintah pusat," kata dia seperti melansir ANTARA.

Meski demikian, dia menjelaskan berdasarkan pantauan aplikasi yang dimiliki oleh Basarnas saat ini, belum ada permintaan resmi dari negara terdampak terkait permohonan bantuan kemanusiaan maupun operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Basarnas juga belum menerima informasi terkait langkah dari pihak kedutaan besar negara tersebut, apakah sudah melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Indonesia untuk meminta bantuan atau belum.

"Saya juga sudah menanyakan langsung ke KBRI di Brasil untuk mengonfirmasi apakah ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut terdampak oleh kejadian bencana tersebut," kata Edy menambahkan.

Sebelumnya pada Rabu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 telah mengguncang Venezuela.

Pusat gempa terdeteksi berada 16 kilometer dari kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.

Pemerintah Venezuela resmi menetapkan status darurat nasional menyusul guncangan gempa bumi kuat yang melanda negara tersebut, demikian Pelaksana Tugas (Plt.) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez.

"Kami menetapkan status darurat nasional, sebagaimana diatur dalam konstitusi kami," kata Rodriguez dalam sebuah pidato video pada Rabu malam waktu setempat.

Ia menambahkan bahwa bandara utama Venezuela, Maiquetia, terpaksa ditutup total akibat mengalami kerusakan yang cukup parah.

"Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak sangat parah. Di ibu kota Caracas, gedung-gedung runtuh di berbagai area. Negara bagian Miranda dan La Guaira juga mengalami kerusakan signifikan, termasuk juga wilayah Aragua, Carabobo, dan Falcon," jelas Rodriguez.


Editorial Team

Related Article