Jalur Darat Putus, 3 Helikopter Polri Dikerahkan ke Wilayah Terisolasi NTT

- Polri mengandalkan transportasi udara untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak gempa di NTT.
- Tiga helikopter AW169 disiapkan untuk menjangkau wilayah terisolasi setelah sejumlah akses darat terputus.
- Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian, pertolongan, serta pendataan korban di sejumlah wilayah terdampak.
Jakarta, IDN Times - Polri andalkan transportasi udara untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain pesawat Casa yang telah berada di NTT, Polri menyiapkan tiga helikopter AW169 untuk menjangkau wilayah terisolasi akibat sejumlah akses darat terputus.
“Pesawat Casa Polri itu sudah di sana sebelum kemudian pascabencana juga sudah digunakan ya sebagai transportasi percepatan paling utama untuk menjangkau beberapa daerah di NTT,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko di Pondok Cabe, Minggu (16/8/2026).
1. Tiga helikopter siap distribusi

Polri memberangkatkan tim SAR, 10 anjing K9, personel, dan bantuan logistik untuk menangani gempa NTT (Dok/Humas Polri) Tiga helikopter AW169 disiapkan untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Armada tersebut diprioritaskan untuk wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga bantuan dapat dikirim lebih cepat.
“Dan kemudian helikopter sesuai ada tiga AW-169 ya. Peruntukannya tentu untuk memberikan distribusi-distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak ya, yang tentunya memiliki jangkauan terisolir, terbatas, dan untuk kecepatan," katanya.
2. Casa sudah beroperasi

Polri kirim 137 personel pada gelombang pertama untuk perkuat penanganan bencana di NTT. (Dok. Polri). Pesawat Casa Polri telah digunakan setelah bencana untuk mempercepat mobilitas menuju sejumlah wilayah di NTT. Trunoyudo menyebut transportasi udara menjadi penting karena terdapat jalur darat yang terputus akibat dampak bencana.
“Ini sebagai transportasi yang paling utama karena jalur darat ada yang terputus, maka tentunya kecepatan juga pesawat sangat dibutuhkan," kata dia.
3. Bantuan disesuaikan kebutuhan

Polri kirim 137 personel pada gelombang pertama untuk perkuat penanganan bencana di NTT. (Dok. Polri). Polri menyatakan distribusi bantuan akan terus dilakukan berdasarkan hasil kurasi kebutuhan di lapangan. Polda NTT berkoordinasi dengan kementerian terkait, BNPB, pemerintah daerah, dan Forkopimda untuk menentukan wilayah prioritas serta mekanisme penyalurannya.
“Nah tentunya ini kan ada kapasitas, namun tadi kita akan terus sustainable terus kita akan kirimkan berkelanjutan setelah ini sampai dengan apa yang memang dibutuhkan itu sebagai suatu prioritas kita kirimkan, di antaranya obat-obatan," ujarnya.















.png)
