Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ketum PBB Minta Kader All in Bantu Warga Terdampak Gempa NTT

Ketum PBB Minta Kader All in Bantu Warga Terdampak Gempa NTT
Pj Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yuri Kemal Fadlullah (dok. PBB)
  • Yuri Kemal Fadlullah memerintahkan kader PBB se-Indonesia membantu warga terdampak gempa di NTT.
  • Bantuan dari kader PBB Aceh hingga Papua akan disalurkan melalui pengurus PBB di NTT.
  • Tim SAR Gabungan memperluas pencarian di Mbay dan Reo, sementara data korban masih dalam verifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah bantuan lintas daerah penting saat bencana?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Penjabat (Pj) Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yuri Kemal Fadlullah, memerintahkan seluruh kader se-Indonesia untuk gerak cepat membantu saudara-saudara korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyebut, pengiriman bantuan sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh rakyat saling membantu dalam situasi kebencanaan.

Putra Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra ini mengatakan, arus bantuan yang diberikan terus mengalir dari kader PBB Aceh hingga Papua. Selanjutnya bantuan akan disalurkan oleh pengurus PBB di NTT.

  1. 1. Menguji kesolidan dan kemampuan kader

    IMG-20260816-WA0013.jpg
    Pj Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yuri Kemal Fadlullah (Dok. PBB)

    Yuri mengatakan, bencana yang terjadi sekaligus menguji soliditas dan empati dari jajaran kader PBB.

    "Situasi kebencanaan ini menguji kesolidan dan kemampuan kader dalam merespons instruksi. Dalam hal ini terlihat bahwa mesin partai PBB seluruh Indonesia bergerak kompak dan solid membantu masyarakat NTT yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus membantu Bapak Presiden Prabowo menangani masalah kebencanaan," ujar Yuri.

    Oleh sebab itu, Yuri mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berhati-hati dan waspada khususnya kepada masyarakat di daerah rawan bencana.

    "Bencana dimana pun terjadi bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa," pungkas Yuri.

  2. 2. Korban gempa NTT capai 112 orang, 48 meninggal dunia

    IMG-20260816-WA0003.jpg
    Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) (16/8/2026)(dok. Basarnas)

    Adapun, sebanyak 112 orang tercatat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari jumlah tersebut, 48 orang meninggal dunia dan 64 lainnya mengalami luka berat maupun ringan.

    Data tersebut merupakan hasil pendataan dan verifikasi sementara Tim SAR Gabungan hingga pukul 08.30 WITA, Minggu (16/8/2026). Jumlah korban masih dinamis seiring proses pencarian dan pendataan yang terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.

    Memasuki hari kedua operasi SAR, Tim SAR Gabungan memperluas pencarian dan pertolongan terhadap masyarakat yang terdampak gempa. Sejak pukul 06.00 WITA, personel bersama Alat Utama (Alut) SAR dikerahkan ke sejumlah titik prioritas.

  3. 3. Pencarian difokuskan di dua wilayah utama

    IMG-20260816-WA0008.jpg
    Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) (16/8/2026)(dok. Basarnas)

    Pencarian difokuskan di dua wilayah utama, yakni Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, serta kawasan Reo, Kabupaten Manggarai. Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan akses menuju sejumlah wilayah terdampak yang sebelumnya terhambat longsor mulai dapat dilalui petugas.

    “Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur, per pukul 06.00 WITA, telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor. Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan,” ujar Fathur Rahman.

    Tim SAR Gabungan juga terus melakukan penyisiran dan pendataan di lapangan. Koordinasi dengan berbagai unsur terkait diperkuat untuk memastikan seluruh wilayah yang terdampak dapat dijangkau.

    Fathur mengatakan, data korban masih dapat berubah karena proses verifikasi masih berlangsung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur potensi SAR di wilayah terdampak.

    Tim SAR Gabungan mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta mendapatkan informasi dari sumber resmi dan berwenang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More