Gempa NTT, TNI AU Kerahkan 2 Hercules Bawa 27 Ton Bantuan untuk Korban

- TNI AU mengerahkan dua Hercules membawa 27,09 ton bantuan Presiden Prabowo, setara 50 ribu paket sembako, dari Jakarta ke Bandara Internasional Komodo untuk korban gempa NTT.
- Pemerintah mengirim personel dan menugaskan sejumlah pejabat pusat ke Labuan Bajo serta Maumere, sementara beberapa daerah NTT menetapkan status tanggap darurat dan membentuk pos komando.
- Korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 di NTT mencapai 51 orang per Minggu pagi; 64 warga mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Udara (AU) mengerahkan dua pesawat Hercules untuk mengangkut bantuan bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Total berat bantuan tahap pertama yang dikirimkan mencapai 27,09 ton dan diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur menuju ke Bandara Internasional Komodo. TNI AU mengerahkan pesawat C-130J Super Hercules dan C-130 Hercules.
"Pesawat C-130J Super Hercules membawa muatan 14 ribu kilogram dan C-130 Hercules membawa muatan 13.090 kilogram," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana di dalam keterangan pada Minggu (16/8/2026).
Selain mengerahkan dua pesawat Hercules, TNI AU turut mengerahkan pesawat Boeing 737-800 untuk mengangkut personel yang akan membantu penanganan bencana di wilayah terdampak. Nyoman mengatakan, pengerahan bantuan lewat jalur udara dilakukan untuk mempercepat distribusi logistik kepada masyarakat yang terdampak.
Kesiapan penerbangan kemanusiaan itu, kata Nyoman, ditinjau langsung oleh Komandan Grup 1 Angkut, Marsekal Pertama I Gusti Putu Setia Darma di Apron Baseops Lanud Halim Perdanakusuma.
1. Bantuan 27 ton yang dikirim dari Prabowo

Dua pesawat Hercules yang dikerahkan oleh TNI Angkatan Udara (AU) untuk mendistribusikan bantuan bagi korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (Dokumentasi TNI AU) Lebih lanjut, 27 ton bantuan yang dikirimkan lewat udara merupakan bantuan Presiden Prabowo Subianto. Bantuan itu dikemas menjadi 50 ribu paket sembako.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ikut turun tangan menyaksikan sendiri proses pengiriman bantuan bagi korban gempa NTT. Teddy juga menyebut Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran di pemerintahan untuk segera melakukan penanganan dan memastikan warga yang terdampak mendapat bantuan.
"Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah agar bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan," ungkap Teddy di dalam keterangan pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Prabowo, kata Teddy, juga menugaskan beberapa pejabat di pemerintah pusat agar langsung turun ke Labuan Bajo dan Maumere hari ini juga. Sejumlah menteri yang ditugaskan untuk turun ke ke Maumere dan Labuan Bajo yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Praktikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus hingga Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
2. Sejumlah daerah di NTT berlakukan status tanggap darurat bencana

Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB) Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan sejumlah daerah di NTT telah memberlakukan status tanggap darurat bencana. Kabupaten Manggarai telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 90 hari. Periodenya berlangsung pada 15 Agustus hingga 13 November 2026. Kemudian, mereka juga membentuk pos komando lewat keputusan nomor 320 tahun 2026.
Kabupaten Manggarai Timur juga menerapkan status tanggap siaga darurat bencana hingga 4 September 2026. Penetapan itu didasari keputusan bupati nomor HK/141/tahun 2026.
Kemudian, Kabupaten Ngada memberlakukan masa tanggap darurat bencana dan pembentukan pos komando selama 30 hari yakni pada 15 Agustus hingga 15 September 2026. Pembentukan pos itu didasari keputusan Bupati nomor 441 dan nomor 442/KEP/HK/2026.
Sedangkan, Pemprov NTT tengah memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan.
3. Jumlah korban meninggal sementara sudah mencapai 51 jiwa

Tim SAR gabungan evakuasi korban gempa NTT (Dok. Tim SAR) Sementara, korban meninggal dunia akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) berkekuatan magnitudo 7,7 sudah bertambah menjadi 51 orang. Data tersebut merupakan hasil operasi SAR gabungan hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WIB.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, terdapat empat penambahan korban meninggal dunia. Tiga warga di Manggarai Timur dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya ditemukan di Manggarai atau Reo.
“Untuk update per pukul 09.00 adalah 51. Penambahan yang pertama, di Manggarai Timur ada tiga warga yang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian untuk yang ada di Manggarai atau Reo, yang tadinya 23 menjadi 24, bertambah satu. Sehingga totalnya ada 51 korban meninggal dunia,” ungkap Syafii di Mako Polisi Udara Pondok Cabe, Minggu (16/8/2026).
Sementara itu, sebanyak 64 warga mengalami luka-luka dan luka berat serta mendapatkan perawatan. Tim SAR gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah wilayah terdampak gempa.



















