Menko Pratikno: Infrastruktur Rusak akibat Gempa NTT Segera Dipulihkan

- Pemerintah pusat mengerahkan kementerian dan lembaga untuk menangani gempa NTT, dari tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi, melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
- Posko nasional dan daerah akan mengawal kebutuhan lapangan, sementara logistik disiapkan dari Jakarta serta daerah lain untuk dikonsolidasikan sebelum didistribusikan.
- Prioritas mencakup penyelamatan warga dan pemulihan jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, serta internet; rekonstruksi diarahkan membangun daerah yang lebih tangguh terhadap bencana.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memastikan pemerintah pusat memberikan dukungan penuh untuk penanganan gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dukungan diberikan mulai dari tahap tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah pusat juga menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah kementerian serta lembaga untuk memetakan kebutuhan di lapangan.
1. Pemerintah pusat kerahkan tim untuk tangani gempa NTT

Menko PMK, Pratikno saat memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026). (Dok. Kemenko PMK) Pratikno mengatakan pemerintah pusat mengerahkan berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan penanganan dampak gempa NTT berjalan optimal.
Menurutnya, koordinasi menjadi penting karena pemerintah menyiapkan sumber daya yang besar untuk tahap tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Pemerintah pusat ini benar-benar full team hadir ke sini. Masing-masing menanyakan ada problem apa dan apa yang sudah dilakukan, apa yang akan dilakukan dan seterusnya,” ujar Pratikno, Minggu (16/8/2026).
Pemerintah juga segera membentuk posko untuk mengawal penanganan bencana. Posko nasional di tingkat pusat akan berkoordinasi dengan posko yang dibentuk pemerintah daerah untuk memastikan berbagai kebutuhan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
2. Logistik hingga infrastruktur jadi prioritas

Basarnas Maumere di lokasi gempa Flores, NTT. (Dok Basarnas Maumere) Selain koordinasi, pemerintah menyiapkan dukungan logistik dari Jakarta dan sejumlah daerah lain untuk dikirimkan ke wilayah terdampak gempa di NTT. Bantuan tersebut akan dikonsolidasikan sebelum didistribusikan ke lokasi bencana.
Pratikno mengatakan prioritas utama pada masa tanggap darurat adalah menyelamatkan masyarakat yang terdampak gempa.
Pemerintah juga akan mempercepat pemulihan berbagai infrastruktur yang rusak agar dapat kembali digunakan.
“Dalam tahap tanggap darurat ini yang utama tentu saja adalah menyelamatkan warga yang terdampak, kemudian mengembalikan infrastruktur yang rusak agar segera fungsional,” kata dia.
Infrastruktur yang menjadi perhatian meliputi jalan, jembatan, rumah sakit, jaringan listrik, hingga jaringan internet. Pemulihan dilakukan secepat mungkin sembari pemerintah menyiapkan pembangunan yang lebih permanen.
3. Rehab-rekon gempa NTT diarahkan lebih tangguh

Polri memberangkatkan tim SAR, 10 anjing K9, personel, dan bantuan logistik untuk menangani gempa NTT (Dok/Humas Polri) Pratikno menegaskan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa NTT tidak sekadar mengembalikan kondisi infrastruktur seperti sebelum bencana. Pemerintah ingin pembangunan kembali dilakukan dengan standar yang membuat daerah lebih siap menghadapi bencana berikutnya.
“Kita tentu saja tidak hanya ingin membuat pembangunan itu kembali seperti semula, tapi kita juga berusaha untuk membangun lebih baik di masa depan, sehingga daerah ini menjadi lebih tangguh dalam mengalami bencana,” ujarnya.
Menurut Pratikno, bencana tidak sepenuhnya dapat dihindari. Karena itu, pemerintah perlu membangun ketangguhan di berbagai sektor, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat hingga infrastruktur.
Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban gempa dan meminta seluruh jajaran pemerintah serta masyarakat terus bersinergi mempercepat penanganan bencana.
“Sekali lagi bencana tidak bisa sepenuhnya kita hindari, tapi kita harus membangun Pemda yang tangguh, masyarakat yang tangguh, infrastruktur yang tangguh, dan juga masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana,” ujar Pratikno.


















