Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Berawal Bisnis Jual Ikan, WNI dan WN China Malah Bajak Email Perusahaan AS
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) membongkar tindak pidana manipulasi dokumen atau informasi elektronik seolah-olah data itu autentik. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • LPK dan LJ ditangkap dalam perkara dugaan manipulasi informasi elektronik dengan modus Business Email Compromise.
  • CW di China diduga membajak email IQ Power Tools saat perusahaan itu bertransaksi dengan Duro Machinery Corp.
  • Polisi memblokir rekening PT Aksesoris Andalan Bersama yang masih menyimpan 285.859 US dollar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling perlu diperhatikan dari kasus BEC ini?
Vote Now
2025

LPK dan CW menjadi rekanan bisnis jual-beli ikan.

9 Juli 2026

Polisi menangkap LPK dan LJ di Jakarta Selatan.

Rabu (19/8/2026)

AKP Bambang Meiriawan dan Kombes Pol Deddy Supriadi menyampaikan keterangan mengenai perkara tersebut di Bareskrim Polri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling perlu diperhatikan dari kasus BEC ini?
Vote Now
  • What?
    Dugaan manipulasi dokumen atau informasi elektronik dengan modus Business Email Compromise.
  • Who?
    LPK (56), LJ (46), dan CW yang masih dicari polisi.
  • Where?
    Jakarta Selatan untuk penangkapan; China sebagai lokasi CW; perusahaan korban berada di Amerika Serikat.
  • When?
    LPK dan LJ ditangkap pada 9 Juli 2026. Keterangan kepolisian disampaikan Rabu (19/8/2026).
  • Why?
    Pelaku diduga menyiapkan rekening untuk menampung uang hasil kejahatan setelah penjualan ikan menurun.
  • How?
    CW diduga melakukan hijacking email dan pelaku membuat email menyerupai perusahaan jual-beli hardware komputer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling perlu diperhatikan dari kasus BEC ini?
Vote Now

LPK dan LJ ditangkap polisi karena ada masalah email perusahaan dari Amerika. CW di China diduga mengambil email itu. Uang dari masalah ini masuk ke rekening PT Aksesoris Andalan Bersama. Polisi sudah memblokir rekeningnya. CW masih dicari polisi. LPK dan CW dulu punya bisnis jual beli ikan sejak 2025.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling perlu diperhatikan dari kasus BEC ini?
Vote Now

Penyidikan dan pemblokiran rekening oleh Bareskrim Polri menunjukkan adanya langkah penelusuran atas aliran dana dalam perkara ini. Saldo 285.859 US dollar yang masih ditemukan di rekening menjadi bagian dari informasi yang terungkap dalam proses tersebut, sementara pencarian terhadap CW masih dilakukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling perlu diperhatikan dari kasus BEC ini?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial LPK (56) dan warga negara China berinisial LJ (46) ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. Mereka ditangkap karena dugaan tindak pidana manipulasi dokumen atau informasi elektronik seolah-olah data itu autentik.

Adapun modus operandinya yakni Business Email Compromise (BEC), jenis kejahatan siber di mana pelaku menyamar sebagai pihak tepercaya dengan meretas email sebuah perusahaan di Amerika Serikat (AS).

Selain kedua tersangka itu, polisi menyebut ada peran penting seseorang berinisial CW. Kanit III Subdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, AKP Bambang Meiriawan mengatakan, tersangka LPK dan CW merupkana rekanan bisnis jual-beli ikan sejak 2025.

“LPK itu merupakan rekan bisnis dari CW. Mereka memang dari tahun 2025 terkait dengan bisnis di jual beli ikan. Nah selanjutnya, dikarenakan proses penjualan ikan ini menurun, selanjutnya tersangka LJ meminta bantuan LPK untuk menyiapkan akte pendirian dan rekening yang bisa digunakan untuk menampung uang hasil kejahatan,” kata Bambang di Bareskrim Polri, Rabu (19/8/2026).

1. Tersangka CW membajak email perusahaan AS

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) membongkar tindak pidana manipulasi dokumen atau informasi elektronik seolah-olah data itu autentik. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

CW diketahui berada di China. CW diduga melakukan pembajakan email perusahaan AS, IQ Power Tools yang sedang melakukan pembelian hardware komputer dangan perusahaan China, Duro Machinery Corp.

“Kejahatan tersebut dilakukan oleh CW yang berada di China dengan cara melakukan hijacking,” ujar Bambang.

2. Pelaku berhasil menggasak Rp6,2 miliar

Ilustrasi peretasan. (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebelumnya, Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Bareskrim Polri, pelaku membuat email yang menyerupai email perusahaan jual-beli hardware komputer.

“Pada saat itu pelaku berhasil melakukan komunikasi ke perusahaan korban yang berada di Amerika tersebut, untuk mengetahui transaksi pembayaran atas pembelian hardware komputer tersebut. Sehingga atas peristiwa tersebut korban mengalami kerugian senilai 350.325 US dolar,” ujar Kasubdit 1 Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Deddy Supriadi.

Jika dirupiahkan dengan asumsi dolar Rp18.000, maka kerugian korban mencapai Rp6,3 miliar.

3. Kedua tersangka ditangkap di Jaksel: 1 WNI dan 1 WNA China

Ilustrasi peretasan. (IDN Times/Arief Rahmat)

LPK dan LJ menampung uang hasil kejahatan di rekening bank swasta atas nama PT Aksesoris Andalan Bersama.

“Selanjutnya dilakukan proses penyidikan dan pemblokiran terhadap rekening tersebut dan diketahui rekening tersebut masih memiliki saldo senilai 285.859 US dollar atau setara dengan Rp5 miliar,” ujar Deddy.

Polisi langsung menangkap kedua tersangka di Jakarta Selatan pada 9 Juli 2026.

“Tersangka berinisial LPK adalah orang yang memang disuruh oleh seseorang yang berinisial CW yang saat ini masih kami lakukan pencarian karena merupakan berdasarkan domisilinya warga negara China,” ujar Deddy.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka LPK membuat legalitas perusahaan PT Aksesoris Andalan Bersama dengan menggunakan identitas anak kandungnya sendiri dengan alamat fiktif.

“Dengan konsekuensi atas kesiapan yang mereka lakukan ketika terjadi berhasilnya mendapat transfer perolehan kejahatan tersebut, maka tersangka mendapatkan Rp5 persen dari setiap transaksi yang dimaksud,” ujarnya.

“Ini atas kesepakatannya dengan tersangka LJ yang merupakan warga negara China,” ujarnya.

Pilih hal yang paling perlu diperhatikan dalam kasus ini

Mana yang paling perlu diperhatikan dari kasus BEC ini?

See More
Pembajakan email perusahaan
F**** has voted
I**** has voted
f**** has voted
Penampungan dana di rekening

Curated For You

Editorial Team

Related Article