Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) mengklarifikasi narasi yang beredar di media bakal membangun 13 ribu dapur atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) baru. Padahal, sebelumnya sudah menutup 800 dapur.
Kepala BGN, Sudaryono menepis narasi pemborosan anggaran. Sebab, belasan ribu dapur baru itu tidak dibangun secara simultan dan sekaligus. Selain itu, dapur MBG bakal diprioritaskan di wilayah yang masih banyak terdapat anak-anak stunting.
"Saya mau jelaskan 13 ribu (dapur baru) itu adalah dapur yang either baru titik, tapi ada juga yang sudah selesai (dibangun). 13 ribu (dapur) akan kami sisir, terdapat 1.700 dapur yang inline dibangun di wilayah yang tinggi stunting," ungkap Sudaryono seperti dikutip dari akun media sosialnya pada Minggu (9/8/2026).
"Jadi, bukan berarti besok 13 ribu (dapur) aktif semua. Tapi, kami prioritaskan pada titik-titik yang sangat dibutuhkan karena stuntingnya tinggi dan berlokasi di 3T," katanya.
Mantan Wakil Pertanian itu menyadari bila ada oknum tertentu yang bakal mendekati dan mengaku dekat dengannya untuk bisa menipu calon mitra. Sudaryono pun mendorong bila ditemukan ada pihak-pihak yang menjual titik segera dilaporkan ke polisi.
"Jadi, kalau ada orang yang ngaku-ngaku, saya dukung untuk dilaporkan. Saya sampaikan kepada masyarakat jangan percaya, kalau ada minta KTP-nya dan foto, lalu laporkan ke polisi," imbuhnya.
