Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BGN Bantah Program MBG Jadi Penyebab Anggaran Negara Habis
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Rabu (29/7/2026/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Kepala BGN Sudaryono membantah MBG menghabiskan anggaran negara, dengan menyebut program lain tetap berjalan seperti pupuk diskon 20 persen dan revitalisasi irigasi.
  • Sudaryono menegaskan kerusakan sekolah sudah terjadi sebelum MBG diluncurkan dan kini sedang diperbaiki pemerintah; masyarakat diminta melaporkan sekolah rusak melalui portal Kemendikdasmen.
  • BGN menyatakan dapur MBG dibangun mitra dengan skema berbeda dari perbaikan sekolah, serta memastikan dapur memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan penyediaan makanan bergizi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono membantah anggapan bahwaProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat anggaran negara habis sehingga mengorbankan sektor lain, termasuk perbaikan sekolah.

Menurut Sudaryono, berbagai program pemerintah tetap berjalan bersamaan dengan pelaksanaan MBG. Ia mencontohkan ketersediaan pupuk yang kini mencukupi, adanya potongan harga pupuk sebesar 20 persen, hingga revitalisasi jaringan irigasi yang terus meningkat anggarannya

"Saya selalu mengatakan ada semacam anggapan bahwa anggaran negara ini habis karena MBG. Pada kenyataannya ada MBG, yang dulu pupuk tidak cukup sekarang pupuknya cukup, bahkan harganya didiskon 20 persen. Dulu tidak ada revitalisasi irigasi, sekarang ada. Tahun lalu Rp12 triliun, tahun ini Rp14 triliun, tahun depan ada lagi," kata Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

1. Sekolah rusak sebelum ada MBG

Kondisi SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Senin (20/7/2027). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Ia juga menegaskan kondisi sekolah rusak bukan disebabkan oleh program MBG. Menurutnya, kerusakan sekolah sudah terjadi jauh sebelum program tersebut diluncurkan dan kini justru sedang ditangani pemerintah.

"Dulu enggak ada MBG, sekolah itu rusak bukan setelah ada MBG. Sekolah itu memang sudah rusak sebelum ada program MBG. Sekarang oleh Presiden diperbaiki," ujarnya.

2. Jangan bandingkan dengan program MBG

Kepala BGN, Sudaryono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sudaryono mengatakan, masyarakat cukup melaporkan sekolah yang mengalami kerusakan melalui portal yang telah disediakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar segera ditindaklanjuti.

Ia menilai perbandingan antara bangunan dapur MBG yang baru dengan kondisi sekolah yang rusak merupakan hal yang tidak tepat karena keduanya merupakan program yang berbeda.

"Kalau ada sekolah rusak yang ditemukan, cukup laporkan. Enggak perlu dibanding-bandingkan dengan dapur MBG karena enggak nyambung. Dapur MBG dibangun oleh mitra dengan skemanya sendiri, sementara perbaikan sekolah merupakan hal yang berbeda," katanya.

3. BGN pastikan MBG standar pemerintah

SPPG UNISA Yogyakarta. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Ia menambahkan, pemerintah akan terus fokus menjalankan tugas masing-masing, termasuk memastikan dapur MBG memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, serta menyediakan makanan bergizi yang disukai anak-anak.

"Intinya pemerintah, ada keluhan diperbaiki, enggak ada keluhan dicari. Tugas pemerintah adalah mencari masalah, menemukan solusi, dan menyelesaikan persoalan," ujar Sudaryono.

Curated For You

Editorial Team

Related Article