Jakarta, IDN Times – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono membantah anggapan bahwaProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat anggaran negara habis sehingga mengorbankan sektor lain, termasuk perbaikan sekolah.
Menurut Sudaryono, berbagai program pemerintah tetap berjalan bersamaan dengan pelaksanaan MBG. Ia mencontohkan ketersediaan pupuk yang kini mencukupi, adanya potongan harga pupuk sebesar 20 persen, hingga revitalisasi jaringan irigasi yang terus meningkat anggarannya
"Saya selalu mengatakan ada semacam anggapan bahwa anggaran negara ini habis karena MBG. Pada kenyataannya ada MBG, yang dulu pupuk tidak cukup sekarang pupuknya cukup, bahkan harganya didiskon 20 persen. Dulu tidak ada revitalisasi irigasi, sekarang ada. Tahun lalu Rp12 triliun, tahun ini Rp14 triliun, tahun depan ada lagi," kata Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
