Jakarta, IDN Times – Pengelola Blok M Plaza mulai memasang pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter di sisi luar area mal yang berbatasan langsung dengan jalan raya. Pembangunan pagar tersebut masih berlangsung pada Jumat (31/7/2026).
Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, pagar baru dipasang memanjang mengikuti batas lahan mal yang menghadap ke jalan raya.
Hingga kini, pemasangan baru selesai di sebagian area, sementara di sisi lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Area proyek ditutup menggunakan pagar sementara dan terpal penutup berwarna hijau serta putih yang dilengkapi papan peringatan pekerjaan.
Di balik penutup tersebut terlihat aktivitas konstruksi berupa penggalian tanah, pemasangan besi tulangan, hingga penyiapan pondasi untuk pagar baru.
Sebelum pembangunan dilakukan, pembatas di sisi luar Blok M Plaza hanya berupa pagar besi berwarna hijau dengan tinggi sekitar satu meter.
Kini, pagar yang dibangun memiliki ketinggian sekitar 2,5 meter sehingga mengubah tampilan fasad mal dari arah jalan.
Meski pekerjaan konstruksi masih berlangsung, akses pejalan kaki di trotoar tetap dapat digunakan.
Jalur pedestrian dan guiding block bagi penyandang disabilitas juga masih terbuka, sementara arus lalu lintas di kawasan Blok M terpantau normal.
Salah seorang pedagang di sekitar lokasi, Santoso, mengatakan pemasangan pagar mulai dikerjakan sekitar dua pekan lalu.
"Kurang lebih sudah dua minggu mulai dipasang," kata Santoso sambil menata bangku dagangan.
Sementara Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menilai pemasangan pagar-pagar tinggi sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta bentuk kekhawatiran yang berlebihan.
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati, mungkin bagian dari kekhawatiran," ucap di kawasan Blok M Festival, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Pramono memastikan pihaknya nanti akan meminta pengelola agar melepas kembali pagar-pagar tinggi yang sudah terpasang.
"Tetapi nanti pada saatnya, pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali. Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik," kata Pramono
Saat ditanya kekhawatiran yang dimaksud, Pramono mengaitkannya dengan peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Agustus tahun lalu. Meski demikian, ia optimistis kondisi tersebut tidak akan terulang.
"Ya, kekhawatiran seperti bulan Agustus tahun lalu (kerusuhan), tapi mudah-mudahan enggak. Saya yakin enggak. Saya yakin enggak," ucapnya.
