Jakarta, IDN Times - Aktivitas kegempaan di Indonesia sepanjang 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi rangkaian gempa besar yang terjadi di sejumlah daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sekitar 44 ribu kejadian gempa di Indonesia sejak Januari hingga awal September 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika BMKG merekam sekitar 29 ribu kejadian gempa.
Penjabat (Pj.) Kendali Mutu Data Gempa dan Tsunami BMKG, Pepen Supendi, mengatakan kenaikan jumlah gempa dalam katalog tidak bisa langsung dimaknai sebagai peningkatan aktivitas tektonik di seluruh Indonesia. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang turut memengaruhi tingginya jumlah kejadian gempa yang tercatat selama tahun ini.
“Berdasarkan katalog gempa yang kami analisis hingga awal September 2026, terdapat sekitar 44 ribu kejadian gempa di wilayah Indonesia, dibandingkan sekitar 29 ribu kejadian pada periode yang sama di 2025. Secara jumlah memang terlihat peningkatan," ujar Pepen dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9/2026).
.jpg)