Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi es abadi di Puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya, Papua habis pada akhir 2026 atau awal 2027. Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG, Donaldi Sukma Permana, mengatakan, salah satu pemicu yang mempercepat punahnya es abadi Jayawijaya adalah El Nino.
"Kepunahan total es abadi di Puncak Jaya diproyeksikan terjadi dalam kurun waktu yang sangat dekat. Proyeksi Konsensus (Tahun 2026/2027): Analisis spasial berbasis data satelit Landsat dan Sentinel-2 yang menghitung laju penyusutan area rata-rata sebesar -0,07 km² per tahun menunjukkan bahwa es abadi diperkirakan akan hilang sepenuhnya pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027. Hal ini mungkin dipercepat dengan adanya kondisi El Niño pada pertengahan tahun 2026," ujar Donaldi kepada IDN Times, dikutip Minggu (9/8/2026).
Donaldi menjelaskan, faktor utama yang mendorong pencairan cepat es abadi di Puncak Jaya adalah pemanasan global yang memicu peningkatan suhu udara secara signifikan.
"Peningkatan suhu ini menyebabkan kenaikan batas membeku (freezing level altitude / 0°C isotherm) sehingga area es lebih sering terpapar suhu di atas titik beku. Akibatnya, alih-alih menerima akumulasi salju baru, wilayah gletser lebih sering diguyur oleh air hujan yang mempercepat proses pelelehan es di permukaan (ablation)," ujar dia.
