Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan ancaman musim kemarau terhadap ketersediaan air dan produksi pangan nasional. Berkurangnya curah hujan saat ini, tentunya memerlukan langkah antisipasi untuk menjaga pasokan air, sekaligus upaya mempertahankan produktivitas pertanian.
Di tengah ancaman kekeringan, produksi beras Indonesia 2026/2027 diperkirakan mencapai 38, 6 juta ton. Sementara, beras Bulog mencapai 4,66 ton dan swasembada 8 komoditas pangan turut mendukung kondisi ketersediaan pangan di Indonesia yang dinilai cukup dan aman hingga akhir 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers perkembangan harian penanganan bencana karhutla di Indonesia, Selasa, 15 September 2026.
Berikut sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kemarau, dikutip dari akun Instagram resmi @bnpb_indonesia.
