Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BNPB Evaluasi Huntara di Sumbar, Fasilitas Masih Harus Dibenahi

Sekretaris Utama BNPB Rustian meninjau pembangunan 15 unit huntara di Nagari Sumpur, depan Kantor Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar
Sekretaris Utama BNPB Rustian meninjau pembangunan 15 unit huntara di Nagari Sumpur, depan Kantor Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar pada Rabu (7/1/26). (Dok. BNPB)
Intinya sih...
  • BNPB targetkan bangun puluhan unit huntara di titik terdampak
  • Temuan dari evaluasi ini akan menjadi bahan masukan untuk penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumatra Barat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan evaluasi terhadap pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana di Sumatra Barat. Menurut Sekretaris Utama BNPB, Rustian, meski pembangunan huntara di dua kabupaten, yakni Lima Puluh Kota dan Tanah Datar, telah berjalan. Masih terdapat sejumlah catatan perbaikan, termasuk pada fasilitas pendukung.

Evaluasi tersebut juga meninjau aspek lain seperti kualitas bangunan, ketersediaan sarana prasarana, serta kesesuaian lokasi dengan prinsip keamanan. Peninjauan dilakukan di lokasi huntara dan juga lokasi persiapan hunian tetap (huntap) di Kabupaten Solok.

“Selain itu, evaluasi juga menyoroti koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan pembangunan huntara,” ujar Rustian usai meninjau langsung sejumlah lokasi, dikutip dari keterangan pers, Kamis, (8/1/2026).

1. BNPB targetkan bangun puluhan unit huntara di titik terdampak

Sekretaris Utama BNPB Rustian meninjau pembangunan 15 unit huntara di Nagari Sumpur, depan Kantor Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar
Sekretaris Utama BNPB Rustian meninjau pembangunan 15 unit huntara di Nagari Sumpur, depan Kantor Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar pada Rabu (7/1/26). (Dok. BNPB)

BNPB merinci target unit huntara yang dibangun di titik-titik terdampak. Di Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, ditargetkan sebanyak 60 unit pada permohonan tahap I. Sementara di Tanah Datar, pembangunan huntara ditargetkan 23 unit di Nagari Bungo Tanjuang dan 15 unit di Nagari Sumpur.

Sementara, untuk fase pemulihan jangka panjang, lokasi huntap telah dipersiapkan di Kabupaten Solok, tepatnya di Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak. Lokasi ini disiapkan sebagai bagian dari transisi dari hunian sementara menuju hunian tetap.

2. Evaluasi pembangunan hunian menjadi masukan dokumen R3P Sumbar

Sekretaris Utama BNPB Rustian meninjau pembangunan 15 unit huntara di Nagari Sumpur, depan Kantor Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar
Sekretaris Utama BNPB Rustian meninjau pembangunan 15 unit huntara di Nagari Sumpur, depan Kantor Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar pada Rabu (7/1/26). (Dok. BNPB)

Selain itu, kata Rustian, seluruh temuan dari evaluasi ini, termasuk catatan fasilitas yang perlu dibenahi akan menjadi bahan masukan. Hasil tersebut akan direkomendasikan untuk penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumatra Barat.

Tak hanya itu, dokumen R3P juga diharapkan menjadi pedoman komprehensif dalam penanganan pascabencana. Melalui evaluasi ini, BNPB menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas penanganan pascabencana dengan perencanaan yang terukur dan berbasis kebutuhan di lapangan.

3. BNPB gaet Kemendikdasmen bangun sekolah yang rusak

Sekretaris Utama BNPB Rustian meninjau pembangunan 15 unit huntara di Nagari Sumpur, depan Kantor Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar
Sekretaris Utama BNPB Rustian meninjau pembangunan 15 unit huntara di Nagari Sumpur, depan Kantor Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar pada Rabu (7/1/26). (Dok. BNPB)

Selain membangun huntap sebagai langkah pemulihan jangka panjang, BNPB bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkoordinasi untuk memperbaiki hingga membangun kembali sekolah yang rusak, serta memberikan tunjangan bagi guru dan dukungan pascabencana lainnya.

BNPB menyatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari wujud dukungan kolaborasi antar lintas komponen bangsa dalam memulihkan kehidupan dan penghidupan masyarakat pascabencana.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

CEK FAKTA: Angkatan Muda NU yang Laporkan Pandji Bagian dari NU?

09 Jan 2026, 10:44 WIBNews