Gelar Jakarta Ramadan Festival 2026, Pemprov DKI Jaga Ekonomi Warga

- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka Jakarta Ramadan Festival 2026 di Bundaran HI sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi warga menjelang Idul Fitri.
- Festival ini hasil kolaborasi Pemprov DKI dengan pelaku usaha dan pusat perbelanjaan, menghadirkan operasi pasar murah serta bazar Ramadan di 44 kecamatan untuk mendukung UMKM.
- Pemprov juga menggandeng mal lewat program diskon besar seperti Jakarta Festive Wonder guna mendorong konsumsi domestik dan memperkuat sektor perdagangan ritel selama Ramadan.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi membuka Jakarta Ramadan Festival 2026 di Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat (27/2/2026).
Festival ini akan berlangsung hingga 31 Maret 2026 dan digelar sebagai upaya menjaga stabilitas serta mengakselerasi perekonomian warga menjelang Idul Fitri.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pelaku usaha, hingga pusat perbelanjaan. Melalui rangkaian program yang disiapkan, Pemprov DKI menargetkan daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet selama Ramadan.
1. Kolaborasi pemprov dan pelaku usaha jadi akseleran ekonomi

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Alloh, mengatakan, festival ini digelar melalui sinergi berbagai pihak.
“Melalui kolaborasi ini, kami mengharapkan agar Jakarta Ramadan Festival 2026 dapat menjadi akseleran ekonomi warga Jakarta jelang perayaan Idul Fitri,” ujar Elisabeth dikutip dari siaran pers, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Elisabeth, rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan ekonomi daerah selama Ramadan. Pemerintah tidak hanya menghadirkan perayaan yang semarak, tetapi juga memastikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Melalui Jakarta Ramadan Festival, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan kolaborasi konkret untuk memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan,” ujar dia.
2. Operasi pasar murah dan bazar ramadan di 44 kecamatan

Sebagai bagian dari strategi penguatan UMKM dan pengendalian harga, Dinas PPKUKM akan menggelar Operasi Pasar Murah dan Bazar Ramadan pada 2–13 Maret 2026. Program ini dilaksanakan di 44 kecamatan serta Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
“Melalui program ini, kami berharap akses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat tetap terjaga. Kami sekaligus membuka ruang promosi dan peningkatan omzet bagi pelaku UMKM,” kata Elisabeth.
Dengan cakupan wilayah yang luas, program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga Jakarta di berbagai titik.
3. Pesta diskon di mal lewat Jakarta Festive Wonder dan Clearance Sale

Tak hanya pasar murah, Pemprov DKI juga berkolaborasi dengan pengelola pusat perbelanjaan untuk menghadirkan Jakarta Festive Wonder serta Ramadan and Eid Clearance Sale yang berlangsung pada 27 Februari–31 Maret 2026.
Program ini menghadirkan pesta diskon di berbagai mal di Jakarta sebagai stimulan untuk meningkatkan konsumsi domestik dan menggerakkan sektor perdagangan ritel selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
Melalui keseluruhan rangkaian Jakarta Ramadan Festival 2026, Pemprov DKI berharap suasana Ramadan di Jakarta tetap semarak dan inklusif, sekaligus berkontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem perdagangan, pengendalian inflasi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
















