Seorang wartawan memvideo bagian lobi Kantor BPJS Kesehatan Kanwil Jateng. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, Ak., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh inovasi PIONIR yang diusung BPJS Kesehatan. Abul Chair menyampaikan bahwa pemerintah siap mengawal setiap program yang berfokus pada perlindungan masyarakat.
"Segala sesuatu yang nilainya proteksi terhadap warga NTB harus didukung. Ketika peserta datang ke fasilitas kesehatan, mereka bukan hanya membawa berkas administrasi, tetapi membawa kecemasan dan harapan. Karena itu, bagaimana mereka diperlakukan secara manusiawi menjadi hal yang paling utama," ujar Abul Chair.
Ia menambahkan bahwa semangat inovasi PIONIR tidak boleh berhenti pada perubahan fisik ruang pelayanan semata. Pelayanan kesehatan harus bertransformasi menjadi lebih proaktif, responsif, dan menjamin kenyamanan tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
"Kami bangga menjadi yang pertama di Indonesia. Ini merupakan kehormatan bagi NTB untuk menghadirkan layanan publik yang berkualitas sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain," ungkapnya.
Meski demikian, Abul Chair mengingatkan bahwa keberhasilan peningkatan kualitas pelayanan publik tidak dapat dibebankan pada satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Prinsipnya, bagi kami pelayanan publik di NTB itu harus mudah, cepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat," tegasnya. (WEB)