Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPKN Nilai Pelaksanaan Haji 1447 H Lancar
Jemaah haji Kloter 6 asal Bone di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Jumat (5/6/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • BPKN menilai pelaksanaan haji 1447 H berjalan lancar dengan berkurangnya aduan jemaah dan koordinasi petugas yang solid di fase puncak Armuzna.
  • Penerapan skema murur di Muzdalifah dinilai memperlancar arus pergerakan jemaah serta meningkatkan ketepatan waktu dan keselamatan selama ibadah.
  • BPKN menyoroti pentingnya edukasi bagi jemaah sebagai konsumen rentan dan mengusulkan konsep haji ramah konsumen untuk memperkuat perlindungan layanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
1447 Hijriah

Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah memasuki fase akhir dengan dimulainya proses kepulangan jemaah ke Indonesia. Fase-fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina berjalan lancar dengan menurunnya jumlah aduan jemaah.

9 Juni 2026

Ketua Komisi Advokasi BPKN RI, Fitrah Bukhari, menyampaikan bahwa pelaksanaan haji tahun 1447 H berjalan lancar. Ia menyoroti keberhasilan skema murur di Muzdalifah serta mengapresiasi ketegasan Kementerian Haji dan Umrah dalam penertiban praktik ilegal selama penyelenggaraan haji.

kini

BPKN mendorong penerapan konsep 'haji ramah konsumen' untuk musim haji mendatang agar jemaah lebih terlindungi sebagai konsumen. Konsep ini diharapkan melengkapi program haji ramah lansia dan disabilitas yang telah dijalankan pemerintah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menilai pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah berjalan lancar, dengan penurunan jumlah aduan jemaah dan penerapan skema murur di Muzdalifah yang dinilai efektif.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Ketua Komisi Advokasi BPKN RI, Fitrah Bukhari, yang juga memberikan apresiasi terhadap langkah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dalam menjaga ketertiban penyelenggaraan haji.
  • Where?
    Keterangan disampaikan di Jakarta, sementara kegiatan dan evaluasi pelaksanaan haji berlangsung di lokasi-lokasi utama ibadah seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina di Arab Saudi.
  • When?
    Pernyataan resmi disampaikan pada Selasa, 9 Juni 2026, saat fase kepulangan jemaah haji ke Indonesia telah dimulai dan penyelenggaraan memasuki tahap akhir musim haji 1447 Hijriah.
  • Why?
    BPKN menilai kelancaran terjadi karena koordinasi petugas yang solid serta penerapan sistem murur yang mempercepat pergerakan jemaah. Penertiban oleh Kemenhaj juga dianggap mendukung integritas penyelenggaraan.
  • How?
    BPKN melakukan pemantauan melalui laporan aduan jemaah dan observasi lapangan. Mereka juga mengusulkan konsep “haji ramah konsumen” untuk memperkuat edukasi hak-hak jemaah sebagai penerima layanan ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang baru pulang dari haji dan katanya semua berjalan lancar. Pak Fitrah dari BPKN bilang petugasnya kerja bagus dan jemaahnya senang karena tidak banyak yang mengeluh. Di tempat bernama Muzdalifah ada cara baru supaya orang bisa jalan lebih cepat dan aman. Pemerintah juga tegas menertibkan hal-hal nakal. Sekarang mereka mau bikin haji yang lebih ramah buat semua orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan BPKN bahwa pelaksanaan haji 1447 H berjalan lancar mencerminkan peningkatan koordinasi dan profesionalisme petugas di lapangan. Penerapan skema murur di Muzdalifah terbukti memperlancar mobilisasi jemaah, sementara ketegasan Kemenhaj menertibkan praktik tidak sesuai aturan menunjukkan komitmen pada integritas layanan. Selain itu, gagasan haji ramah konsumen menandai langkah maju dalam perlindungan jemaah sebagai penerima layanan yang rentan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah sudah memasuki fase akhir seiring dimulainya proses kepulangan jemaah ke Indonesia. Menurut Ketua Komisi Advokasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI, Fitrah Bukhari, pelaksanaan haji tahun ini lancar.

Fitrah mengatakan, fase-fase krusial menjelang dan saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) juga dianggap bisa dilalui. Kondisi tersebut terlihat dari menurunnya jumlah aduan yang disampaikan jemaah selama periode tersebut.

“Penyelenggaraan haji tahun 1447 H dapat dikatakan lancar, terutama di fase-fase puncak menjelang dan saat Armuzna. Hal ini dilihat dari berkurangnya aduan jemaah di fase tersebut. selain itu ketegasan dan kesolidan para petugas di lapangan saat pelaksanaan membuat Ibadah Jemaah terasa lebih terstruktur," ujar Fitrah dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

1. Skema murur di Muzdalifah berdampak baik

Jemaah haji Indonesia pulang ke Tanah Air melalui Terminal Internasional Bandara King Abdulaziz Jeddah Senin (8/6/2026) (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Fitrah juga menilai penerapan skema murur di Muzdalifah memberi dampak positif terhadap kelancaran pergerakan jemaah. Skema tersebut membuat arus mobilisasi menuju tahapan ibadah berikutnya berlangsung lebih cepat dan tertata.

“Skema murur di Muzdalifah menjadi kunci ketepatan waktu dan keselamatan jemaah di puncak Armuzna. BPKN memandang praktik murur menjadi titik balik kelancaran pergerakan jemaah, walau perlu dijelaskan lagi kepada jemaah secara lebih terang tentang keafdhalan dan dalil murur di Muzdalifah,” kata Fitrah.

2. BPKN apresiasi ketegasan Kemenhaj

Kerumunan besar jamaah haji tampak memenuhi jalan dari Jamarat menuju tenda-tenda di Mina. (Dok. MCH 2026)

Selain itu, BPKN memberikan perhatian khusus terhadap langkah penertiban yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Sejumlah praktik seperti pemblokiran tenda di Arafah, city tour, hingga pungutan pembayaran dam di luar sistem dinilai perlu dicegah agar tidak terulang.

“Pembinaan kepada KBIH ke depan perlu ditingkatkan agar sejalan dengan kebijakan Kemenhaj untuk menciptakan haji yang berintegritas. Kami apresiasi ketegasan tentang penertiban oknum yang mengutip pembayaran dam secara ilegal, blocking tenda arafah. tetapi hal ini perlu ditegaskan di penyelenggaraan di masa yang akan datang agar tidak berulang,” ucap dia.

3. Jemaah haji termasuk kelompok konsumen rentan

Jemaah haji saat tiba di Asrama Haji NTB di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

BPKN memandang jemaah haji termasuk kelompok konsumen rentan karena memiliki keterbatasan informasi dan pengalaman selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci. Kondisi tersebut memerlukan penguatan edukasi agar jemaah lebih memahami hak dan kewajibannya sebagai penerima layanan.

“Karenanya kami mengusulkan kedepan untuk memasukkan juga konsep haji ramah konsumen. artinya jemaah perlu juga dibekali dasar-dasar sebagai konsumen untuk mencegah terjadinya penyelewengan. Selain itu stakeholder seperti KBIH dan PIHK dapat melayani jemaah seperti layaknya konsumen lainnya," ujar dia.

Fitrah menilai, konsep haji ramah konsumen dapat melengkapi berbagai inovasi layanan yang telah diterapkan pada musim haji tahun ini. Gagasan tersebut juga dinilai mampu memperkuat program haji ramah lansia dan disabilitas yang telah menjadi perhatian pemerintah.

Editorial Team

Related Article