Jakarta, IDN Times - Situasi Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, semakin memanas. Pada Minggu (26/7/2026) malam Pukul 23.55 WIB, Brimob menambah personel untuk mencegah kemungkinan bentrok antara dua kelompok massa.
Sejumlah anggota Brimob berpakaian lengkap, helm, tameng dan tongkat berdatangan. Tak hanya itu, penebalan pasukan juga terjadi pada anggota TNI.
Mereka datang menggunakan sejumlah truk. Massa dari salah satu kelompok dihalau menjauh dari Jalan Tambak.
Sementara, warga Jalan Tambak ditahan anggota Brimob agar tak ikut keluar.
Sebelumnya, polisi menangkap tiga orang usai bentrok terjadi Minggu (26/7/2026) pagi. Kapolres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, mengatakan, ketiga pelaku itu berinisial S, T, dan U.
“Kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan,” kata Reynold di Jalan Tambak.
Adapun peristiwa ini berawal dari dua orang yang berboncengan menggeber motor saat melewati pedagang nasi uduk.
Warga sekitar kemudian menegur, tetapi keduanya diduga tak terima.
“Dua orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah lima orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada, bahkan ada warga yang terpukul,” kata Reynold.
Bentrokan sekelompok orang dengan warga Matraman pun pecah sekitar pukul 10.00 WIB. Bentrokan kemudian meluas hingga ke Jalan Tambak.
Warga dan sekelompok orang itu terlibat lempar-lemparan batu hingga akhirnya terjadi penganiayaan menewaskan satu dari dua korban.
