Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsar, Peserta Lain Diisolasi
Konferensi Pers Terkait evaluasi Latsar SPPI KDKMP di Kementerian Pertahanan, Sabtu (27/6/2027) (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Lima calon manajer Koperasi Desa meninggal saat latihan dasar militer, memicu tracing massal terhadap peserta dan penyelenggara oleh Kemhan dan Kemenkes.
  • Kemhan melakukan pelacakan kontak, klasterisasi, serta isolasi bagi peserta yang diduga terpapar virus, namun belum mengungkap jenis virus maupun jumlah terdampak.
  • Salah satu korban, Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal setelah dirawat intensif akibat infeksi paru; tim medis menyebut penyebabnya pneumonia akibat virus, bukan TBC.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
22 Juni 2026

Novia Rahmadhani Sihotang datang ke UKS Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta pukul 14.30 WIB dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, dan demam. Ia mendapat terapi awal dan dipantau oleh tim kesehatan.

23 Juni 2026

Pukul 06.10 WIB kondisi Novia memburuk dan dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk pemeriksaan lanjutan. Setelah perawatan intensif di ruang ICU isolasi, kondisinya menurun pukul 15.00 WIB dan dinyatakan meninggal dunia pukul 15.13 WIB.

27 Juni 2026

Kementerian Pertahanan menggelar konferensi pers menjelaskan langkah tracing massal terhadap peserta latsar setelah lima orang meninggal dunia. Kemenkes turun langsung melakukan penelusuran virus, sementara sejumlah peserta diisolasi karena terindikasi terpapar.

kini

Beberapa peserta masih dipisahkan untuk pemantauan medis, dengan kondisi dilaporkan aman dan terkendali.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lima peserta latihan dasar calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih meninggal dunia, sementara sejumlah peserta lain diisolasi setelah ditemukan dugaan penyebaran virus selama kegiatan pelatihan berlangsung.
  • Who?
    Korban termasuk Novia Rahmadhani Sihotang, peserta latsar; pihak penyelenggara dari Kementerian Pertahanan; serta tim medis TNI dan Kementerian Kesehatan yang menangani pemeriksaan dan penelusuran kasus.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di lingkungan pelatihan Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan rujukan perawatan di Rumah Sakit Angkatan Udara dr. Esnawan Antariksa.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada 22–23 Juni 2026 saat pelatihan dasar berlangsung, dengan konferensi pers penjelasan resmi disampaikan oleh Kemhan pada Sabtu, 27 Juni 2026.
  • Why?
    Penyebab kematian awal disebut akibat TBC, namun hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan infeksi paru-paru atau pneumonia akibat virus yang belum teridentifikasi secara pasti hingga saat ini.
  • How?
    Setelah laporan kematian muncul, dilakukan tracing massal terhadap seluruh peserta dan panitia, klasterisasi lokasi pelatihan, serta isolasi bagi mereka yang diduga terpapar untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada latihan untuk orang yang mau jadi manajer koperasi desa, tapi lima orang meninggal. Salah satunya namanya Kak Novia, dia batuk dan demam lalu dibawa ke rumah sakit tapi tidak tertolong. Dokter bilang dia kena sakit paru-paru karena virus. Sekarang teman-temannya dipisah dan diperiksa supaya tidak menular.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun insiden ini tragis, respons cepat dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan menunjukkan kesigapan dalam menangani situasi darurat. Tracing menyeluruh, klasterisasi, serta isolasi peserta yang diduga terpapar dilakukan segera untuk memastikan kondisi tetap aman dan terkendali. Prosedur medis juga dijalankan sesuai standar, mencerminkan komitmen terhadap keselamatan peserta pelatihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Adanya lima orang yang meninggal dunia dalam latihan dasar (latsar) militer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diikuti dengan tracing massal terhadap peserta dan penyelenggara. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjelaskan, penyelenggara telah melakukan pelacakan kontak, klasterisasi, hingga memisahkan atau mengisolasi sejumlah peserta yang diduga terpapar virus.

Namun, jenis virus dan jumlah peserta yang terdampak belum diungkap kepada publik.

Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut GWP, menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan setelah insiden adalah melakukan tracing terhadap seluruh orang yang berada di lingkungan pelatihan.

"Dari satlat setempat yaitu dari Halim Perdanakusuma langsung melaksanakan tracing kepada seluruhnya, pada lingkungan, termasuk kepada penyelenggara sendiri. Kemudian dilaksanakan klasterisasi dan tindakan kedokteran lebih lanjut," ujar dia dalam konferensi pers di Kementerian Pertahanan, Sabtu (27/6/2026).

Dia mengatakan, proses tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menindaklanjuti dugaan penyebaran penyakit di lingkungan pelatihan.

"Kementerian Kesehatan juga sudah turun langsung ya menindaklanjuti kemungkinan tadi berkaitan dengan tracing virus yang memang tidak terdeteksi pada seleksi sebelumnya," kata dia.

Dia mengatakan, hasil tracing membuat sejumlah peserta dipisahkan dari kelompok lain.

"Sampai saat ini ada pemisahan memang beberapa orang yang terindikasi ya kena virus itu, tetapi kondisinya masih dalam kondisi aman dan terkendali," ujar dia.

Hal itu dilakukan menyusul korban atas nama Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia yang semula disebut karena TBC. Novia menjalani latihan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta. Pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 14.30 WIB, dia datang ke UKS dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, dan demam. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, diberikan terapi dan dipantau oleh Cm kesehatan.

Keesokan harinya, Selasa 23 Juni 2026 pukul 06.10 WIB kondisinya semakin lemah sehingga langsung dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa. Di rumah sakit dilakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk foto toraks yang menunjukkan TB paru, disertai pemeriksaan laboratorium dan perawatan intensif di ruang ICU isolasi.

Pada pukul 15.00 WIB kondisi dia mengalami penurunan kesadaran. Tim medis segera resusitasi jantung paru, tetapi pada pukul 15.13 WIB dokter menyatakan Novia meninggal dunia. Tim medis mengatakan, penyebabnya karena TBC.

Meski demikian Tim Kesehatan (Puskes TNI), Letkol CKM Dr. Ikhsan, menjelaskan, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan sesuai prosedur sebelum dinyatakan lolos mengikuti pelatihan.

"Memang dari hasil pemeriksaan awal atau rekrutmen, kami sudah melaksanakan sesuai SOP ya. Sesuai SOP pemeriksaannya itu dengan melakukan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik, rontgen, dan euh USG. Pada saat pemeriksaan rontgen itu tidak terdapat TBC," kata dia.

Dia kemudian menjelaskan penyebab kematian Novia karena pneumonia.

"Tetapi kalau TBC yang kami sempat diskusi dengan ini, itu bukan TBC, tapi adalah pneumonia atau infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus," ucap dia.

Editorial Team

Related Article