Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEK FAKTA: Komika Marshel Widianto Ditahan Polisi karena Sabu
Marshel Widianto (instagram.com/marshel_widianto/)
  • Sebuah video viral di TikTok menampilkan narasi bahwa komika Marshel Widianto ditangkap polisi karena sabu, dan telah ditonton jutaan kali oleh pengguna.
  • Hasil penelusuran menunjukkan video tersebut merupakan gabungan potongan lama dari kasus Dea OnlyFans tahun 2022 serta rekaman lain yang tidak terkait, sehingga dinyatakan hoaks.
  • Marshel memang pernah diperiksa polisi pada 2022 terkait pembelian 76 video Dea OnlyFans, namun tidak ada kaitannya dengan kasus narkotika seperti yang disebut dalam video viral.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2022

Marshel Widianto memenuhi panggilan polisi dalam kasus Dea OnlyFans. Potongan video wawancara Kombes Endra Zulpan yang beredar juga berasal dari peristiwa pada tahun ini.

April 2022

Marshel diperiksa polisi terkait pembelian 76 video Dea OnlyFans dan mengakui hal tersebut setelah pemeriksaan.

7 April 2026

Akun TikTok 'Dunia TVRI' mengunggah video yang menarasikan Marshel ditangkap karena sabu, namun kemudian diketahui bahwa video tersebut hasil suntingan dari berbagai potongan lama.

kini

Video hoaks tentang penangkapan Marshel telah ditonton lebih dari 4,2 juta kali di TikTok dan diklarifikasi tidak benar oleh IDN Times.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Beredar video di TikTok yang menarasikan komika Marshel Widianto ditahan polisi karena sabu, namun setelah ditelusuri, video tersebut merupakan hasil suntingan dari beberapa peristiwa berbeda dan dinyatakan hoaks.
  • Who?
    Video menampilkan Marshel Widianto, Brigjen Polisi Endra Zulpan, serta potongan rekaman penangkapan Muhammad Irfan, eks Pekerja Migran Indonesia yang ditangkap karena kasus narkotika.
  • Where?
    Video beredar di platform media sosial TikTok melalui akun bernama ‘Dunia TVRI’, sementara potongan aslinya berasal dari berbagai lokasi termasuk Polda Metro Jaya.
  • When?
    Video diunggah pada Selasa, 7 April 2026, sedangkan potongan video aslinya berasal dari kejadian tahun 2022 saat pemeriksaan kasus Dea OnlyFans.
  • Why?
    Penyebaran video terjadi karena penggabungan beberapa cuplikan lama yang menimbulkan kesan seolah Marshel ditahan terkait sabu; motif penyuntingan masih belum diketahui per saat ini.
  • How?
    Akun TikTok mengunggah video berdurasi 22 detik berisi gabungan rekaman lama Marshel dan polisi. Setelah penelusuran visual dilakukan, ditemukan bahwa isi video tidak sesuai dengan narasi yang disebarkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada video di internet bilang kalau komika Marshel Widianto ditangkap polisi karena sabu. Tapi itu tidak benar. Videonya ternyata campuran dari potongan lama waktu Marshel dipanggil polisi soal kasus Dea OnlyFans tahun 2022 dan potongan orang lain yang ditangkap. Jadi sekarang Marshel tidak ditahan, dan videonya cuma bohong saja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menampilkan sisi positif dari upaya media dalam memerangi disinformasi. Melalui penelusuran mendalam, IDN Times berhasil mengungkap bahwa video viral mengenai penangkapan Marshel Widianto adalah hasil suntingan yang menyesatkan. Kejelasan fakta ini menunjukkan pentingnya verifikasi dan tanggung jawab jurnalisme dalam menjaga keakuratan informasi publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Beredar video di media sosial TikTok yang menyebutkan bahwa komika Marshel Widianto ditangkap polisi karena sabu. Video tersebut diunggah akun TikTok dengan nama pengguna 'Dunia TVRI' pada Selasa (7/4/2026).

Ketika artikel ini dimuat, video tersebut sudah disaksikan lebih dari 4,2 juta kali dengan 30,1 ribu disukai dan mengundang lebih dari 1.200 komentar. Namun, benarkah Marshel ditahan polisi karena sabu?

1. Ada video yang narasikan Marshel ditahan polisi

Komika Marshel Widianto disebut ditahan polisi karena sabu. (Tiktok.com/Kabar TVRI)

Video berdurasi 22 detik itu diawali rekaman Marshel berjalan menembus kerumunan jurnalis yang hendak mewancarainya. Lalu, terdapat video wawancara polisi yang ditulis sebagai Kombes Endra Zulpan yang memberikan keterangan pers dengan memakai masker menutup mulut.

"Hari ini saudara Marshel Widianto memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya," ujarnya dalam video tersebut.

Pada akhir video terlihst seseorang makai pakaian serba oranye, berambut panjang dan keriting dipakaikan borgol oleh polisi.

2. Video tidak tepat

Komika Marshel Widianto disebut ditahan polisi karena sabu. (Tiktok.com/Kabar TVRI)

Berdasarkan penelusuran IDN Times, video tersebbut merupakan suntingan dari berbagai potongan video.

Dalam potongan video Marshel menembus kerumunan wartawan merupakan peristiwa ketika ia memenuhi panggilan polisi dalam kasus Dea OnlyFans. Kasus tersebut terjadi pada 2022.

Kemudian, potongan video wawancara Kombes Endra Zulpan juga terjadi pada saat Marshel dipanggil polisi dalam kasus Dea Onlyfans di tahun 2022. Endra Zulpan saat ini sudah berpangkat Brigadir Jenderal Polisi.

Sedangkan potongan video seorang dipakaikan borgol di akhir video bukan Marshel. Berdasarkan pencocokan video yang IDN Times lakukan, video tersebut merupakan peristiwa penahanan eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Muhammad Irfan yang ditangkap karena menyelundupkan narkotika jenis sabu.

Sehingga, dapat disimpulkan video tersebut hoaks.

3. Marshel pernah diperiksa polisi terkait video Dea Onlyfans

Marshel Widianto setelah menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan pornografi dengan tersangka Dea OnlyFans. (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Seperti diketahui, Marshel sempat diperiksa polisi terkait pembelian 76 video Dea OnlyFans. Usai pemeriksaan pada April 2022, Marshel pun mengakui hal tersebut.

Marshel mengaku kenal saat Dea terlibat perdebatan dengan warganet di Twitter. Perdebatan tersebut terjadi setelah Dea diundang di salah satu podcast yang membahas OnlyFans.

Singkat cerita, ia mencari dan mendapatkan nomor telepon Dea. Percakapan pun berlanjut ke WhatsApp hingga larut dalam cerita satu sama lain.

Setelah mendengar cerita kesedihannya, Marshel menyinggung konten OnlyFans yang ia buat sebagai jalan keluar dari masalah ekonomi yang menjeratnya. Marshel kemudian berniat membantunya dengan membeli konten Dea.

Alhasil, Dea memberikan kontennya yang ada di dalam link google drive. Marshel pun membayar dengan harga Rp1,4 juta.

Editorial Team