NYT menjelaskan, AS akan mengurangi sejumlah kapal perang untuk NATO. Namun, tidak dijelaskan berapa jumlah pasti kapal perang yang akan dikurangi. AS juga akan mengurangi jumlah pesawat pengintai dari yang semula 26 menjadi 15. Sementara itu, jumlah jet tempur F-16 dan F-15E akan dikurangi dari yang semula 150 menjadi 100. Keputusan AS ini akan mengurangi kemampuan NATO dalam melakukan serangan dan pengamanan untuk negara anggota.
AS Disebut Mau Kurangi Bantuan Alutsista buat NATO, Kenapa?

- Pemerintah AS dilaporkan akan mengurangi bantuan alutsista untuk NATO, termasuk kapal perang, pesawat pengintai, jet tempur, dan kapal selam peluncur rudal.
- NATO menilai pengurangan bantuan dari AS bukan masalah besar karena ingin mengurangi ketergantungan militer terhadap Washington dan memperkuat kontribusi negara Eropa serta Kanada.
- Pengamat menilai keputusan AS terkait alutsista mencerminkan renggangnya hubungan dengan NATO akibat kekecewaan Presiden Donald Trump terhadap sikap aliansi itu dalam konflik dengan Iran.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan bakal mengurangi bantuan alutsista, seperti kapal perang dan jet tempur untuk operasi NATO di Eropa. Kabar itu termuat dalam New York Times (NYT) yang mengutip keterangan sejumlah pejabat di negara-negara Eropa pada Jumat (12/6/2026).
1. AS juga akan mengurangi jumlah kapal selam untuk NATO

Selain kapal perang, pesawat pengintai, dan jet tempur, NYT melaporkan AS juga akan mengurangi kapal selam peluncur rudal untuk NATO. Kapal selam tersebut digunakan untuk mengintai dan menyerang musuh di bawah laut.
Sejumlah media sudah berupaya menghubungi Kementerian Pertahanan AS soal hal ini. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada respons. Namun, sejumlah pengamat menilai keputusan AS untuk mengurangi bantuan alutsista untuk NATO menunjukkan niat mereka untuk berpaling dari aliansi tersebut.
2. NATO tidak terlalu khawatir soal pengurangan bantuan alutsista AS

Di sisi lain, NATO sendiri tidak terlalu menganggap serius soal kabar rencana AS mengurangi bantuan alutsista untuk mereka. Aliansi militer Atlantik Utara tersebut justru menyebut itu merupakan keputusan yang baik. Sebab, mereka enggan punya ketergantungan militer lebih dalam lagi terhadap Washington.
Saat ini, negara-negara Eropa dan Kanada juga ingin membantu NATO dalam hal alutsista perang. Oleh karena itu, NATO menganggap pengurangan kapal perang, pesawat pengintai, jet tempur, dan kapal selam dari AS bukan masalah besar. "Secara historis, telah terjadi ketergantungan yang berlebihan pada pasukan dan kemampuan AS," kata Juru Bicara NATO, Allison Hart, kepada Reuters.
3. Hubungan AS dan NATO sedang renggang

Sejumlah pengamat menilai rencana AS mengurangi bantuan alutsista untuk NATO ini ada kaitannya dengan hubungan keduanya. Sebab, hubungan AS dan NATO kini sedang renggang. Ini disebabkan Presiden AS, Donald Trump, marah kepada NATO karena mereka tidak membantu negaranya memerangi Iran.
"NATO tidak ada di sana (Timur Tengah) ketika kita membutuhkannya. Mereka tidak akan ada di sana jika kita membutuhkannya lagi," bunyi pernyataan Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada April lalu.

















