Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CEK FAKTA: Malaysia Laporkan Indonesia ke PBB Akibat Karhutla

3 min read
CEK FAKTA: Malaysia Laporkan Indonesia ke PBB Akibat Karhutla
Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan Tengah (dok. Kementerian Kehutanan)
  • Narasi Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB terkait karhutla dinyatakan sebagai konten palsu berdasarkan penelusuran tim cek fakta.

  • Malaysia dan Indonesia berkoordinasi menangani kabut asap melalui operasi modifikasi cuaca di wilayah perbatasan.

  • Malaysia juga berkomunikasi dengan Singapura dan memanfaatkan mekanisme ASEAN yang memerlukan konsensus seluruh negara anggota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sebuah narasi di media sosial (medsos) X menyebutkan, Malaysia membawa permasalahan asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam sebuah unggahan oleh pengguna akun X @gumpanggi menyebutkan bahwa pemerintah Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB. Dalam postingan tersebut juga disertai gambar hasil gambar buatan akal imitasi (AI).

"Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB karena tidak becus menangani Karhutla yang menyebabkan kerugian besar ke negara tetangga," demikian keterangan dalam foto tersebut sebagaimana dikutip IDN Times, Jumat (25/9/2026).

Screenshot_20260925_201307_Chrome.jpg
Tangkapan layar soal narasi yang sebut Malaysia laporkan Indonesia ke PBB. (Medsos/@gumpanggi)
  1. 1. Karhutla disebut berdampak langsung ke Malaysia

    7dbce6b3-c656-4ec7-9f5d-12494d7dccbf.jpeg
    Pemadaman lahan karhutla. (IDN Times/istimewa).

    Dalam gambar yang berbentuk infografis tersebut diperlihatkan tentang kondisi kedua negara. Kepulan asap membumbung tinggi dari Indonesia menuju Malaysia. Sementara kondisi di Indonesia sangat memperihatinkan karena kobaran api masih melahap lahan gambut.

    Malaysia disebut mengalami kerugian ekonomi, kesehatan dan kegiatan pendidikan terganggu. Sementara di Indonesia ekosistem, kehidupan, masa depan hancur.

    "Cegah karhutla, jaga lingkungan," ujar dia.

    Lantas benarkah, otoritas Malaysia melaporkan Indonesia ke PBB? Berikut penjelasannya!

  2. 2. Malaysia akan bantu penanggulangan karhutla di Indonesia

    Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo oleh BPBD Jawa Timur pada Minggu, 13 September 2026.
    Proses pemadaman karhutla di Bromo pada Minggu (13/9/2026). Dok. BPBD Jatim.

    Malaysia belum menempuh langkah tersebut. Pemerintah Malaysia dan Indonesia justru akan melakukan operasi modifikasi cuaca berupa penyemaian awan di wilayah perbatasan kedua negara sebagai bagian dari upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta Farzamie Sarkawi, mengatakan langkah tersebut merupakan hasil koordinasi antara pemerintah Malaysia dan Indonesia untuk menangani dampak kabut asap yang meluas hingga wilayah Malaysia.

    “Menteri lingkungan kami telah mengutus surat kepada menteri lingkungan RI dan telah berhubungan secara verbal dan sebagainya,” kata Farzamie saat ditemui di perayaan Hari Malaysia di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

    Menurut Farzamie, Indonesia telah memberikan persetujuan sehingga operasi penyemaian awan dapat dilakukan di kawasan perbatasan. Operasi tersebut, kata dia, sudah mulai dilaksanakan.
    “Kami tentu berharap situasinya dapat segera pulih. Kami juga bersedia membantu kapan pun jika diminta,” kata dia.

    Selain berkoordinasi langsung dengan Indonesia, Malaysia juga terus berkomunikasi dengan Singapura terkait penanganan karhutla dan kabut asap. Menurut Farzamie, kedua negara memanfaatkan mekanisme ASEAN untuk membahas persoalan tersebut.

    Namun, dia mengingatkan, langkah bersama melalui ASEAN memiliki mekanisme tersendiri. Kerja sama regional hanya dapat dilakukan apabila seluruh negara anggota mencapai konsensus.

    “Langkah bersama ASEAN hanya dapat dilakukan apabila tercapai konsensus antara seluruh negara anggotanya,” kata Farzamie.

  3. 3. Malaysia laporkan Indonesia ke PBB hoaks

    IMG_4464.jpeg
    Gubernur Kalbar, Ria Norsan padamkan api karhutla. (IDN Times/Teri).

    Karena itu, berdasarkan penelusuran tim cek fakta IDN Times, belum ada resmi apapun yang diambil otoritas Malaysia untuk Indonesia ke PBB terkait permasalahan asap lintas batas akibat karhutla Kalimantan dan Sumatra.

    Narasi tersebut termasuk kategori konten palsu (fabricated content) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. IDN Times mengajak semua pihak untuk tidak menyebarkan konten-konten hoaks.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More