Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
CEK FAKTA: Menkes Mark Up Anggaran Alkes hingga Rp30 Miliar?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin si acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Kementerian Kesehatan menjelaskan angka Rp30 miliar yang disebut Menkes adalah total pengadaan alat kesehatan canggih untuk 66 RSUD dalam program SIHREN, bukan mark up anggaran.
  • RSUD KH Muhammad Thohir Krui di Lampung menerima bantuan alat kesehatan senilai sekitar Rp25 miliar untuk tahun anggaran 2025–2026 dari program pemerintah tersebut.
  • Pemerintah menegaskan narasi mark up Rp30 miliar merupakan hoaks, karena total dukungan alkes untuk RSUD Krui mencapai Rp56,7 miliar sesuai rencana pengadaan resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada kabar bilang Pak Menteri Kesehatan Budi ngambil uang alat rumah sakit sampai tiga puluh miliar. Tapi itu nggak benar. Katanya uang itu buat beli alat canggih di banyak rumah sakit, bukan cuma satu. Rumah sakit di Krui juga dikasih alat baru. Sekarang orang diminta jangan percaya kabar bohong itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah unggahan yang menarasikan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, melakukan mark up atau penggelembungan anggaran pengadaan untuk layanan hemodialisis (HD) di RSUD KH Muhammad Thohir Krui Pesisir Barat, Lampung hingga Rp30 miliar viral di media sosial.

Angka tersebut muncul saat Menkes melakukan dialog kepada Presiden Prabowo Subianto saat peresmian RSUD Tersebut pada Rabu (10/6/2026).

"KETIKA MENKES SECARA TERANG-TERANGAN MARK UP ANGGARAN ALKES HINGGA 675% DI DEPAN PRESIDEN," tulis akun Instagram @critijal.collapse.

Benarkah Menkes menggelembungkan anggaran alkes?

1. Rp30 Miliar merupakan nilai total pengadaan alat kesehatan canggih untuk setiap 66 RSUD

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman, menjelaskan apa yang dimaksud oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terkait dengan pengadaan senilai Rp 30 miliar saat berdialog dengan Presiden Prabowo Subianto pada peresmian RSUD tersebut minggu lalu adalah nilai total pengadaan alat kesehatan canggih untuk setiap 66 RSUD yang masuk dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC), atau Quick Win.

“Masing-masing RSUD akan mendapatkan dukungan alkes canggih senilai lebih dari Rp 30 miliar dari program SIHREN (Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network). Alat tersebut termasuk cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan lain-lain. RSUD Krui sendiri mendapatkan bantuan sekitar Rp 31.7 miliar tahun ini untuk pengadaan alat canggih tersebut. Angka ini bukan hanya untuk layanan HD,” kata Aji.

2. RSUD Krui mendapatkan bantuan sekitar Rp25 miliar

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (IDN Times/Misrohatun)

Aji berharap masyarakat tidak termakan hoaks yang beredar seolah-olah Menkes melakukan penggelembungan harga. Selain itu setiap RSUD akan mendapatkan bantuan alat kesehatan mendasar dengan kisaran Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.

"RSUD Krui mendapatkan bantuan sekitar Rp25 miliar untuk tahun anggaran 2025 dan 2026," ucapnya.

3. Narasi mark up Rp30 miliar adalah hoaks

Ilustrasi hoaks (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Sejumlah alat tersebut antara lain bed patient, defibrillator, mesin anestesi, patient monitor, patient monitor ICU, syringe pump, USG, serta ventilator untuk layanan dewasa, anak, dan anestesi.

Ada juga untuk bed ICU set, instrument general surgery, instrument sectio caesaria, mobile X-Ray, operating lamp, operating table, plasma sterilizer, infusion pump, serta berbagai alat penunjang pelayanan kegawatdaruratan dan ruang operasi.

"Sehingga totalnya RSUD Krui akan mendapatkan dukungan alkes senilai Rp56,7 miliar," ujarnya.

Jadi narasi yang menyebut adanya penggelembungan anggaran missinformasi.

Editorial Team

Related Article