Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita WNI Ikut Kapal Bantuan ke Gaza Dikejar Militer Israel-Drone
ilustrasi bendera Palestina (pexels.com/Monirul Islam)
  • Rombongan kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 yang membawa bantuan ke Gaza diintersepsi kapal perang dan drone militer Israel saat berlayar di Laut Mediterania.
  • Herman Budiyanto dari Global Peace Convoy Indonesia menjelaskan, rombongan GSF menggunakan strategi menyebar agar bisa menghindari pengejaran kapal perang Israel sebelum kembali ke titik tujuan bersama.
  • Terdapat sembilan WNI dalam misi tersebut, lima di antaranya dilaporkan menjadi korban intersepsi militer Israel, termasuk beberapa jurnalis dari media nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rombongan kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 yang hendak mengirimkan bantuan ke Gaza mendapat intersepsi dari kapal militer Israel. Relawan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Herman Budiyanto, mengisahkan suasana menegangkan saat mengikuti misi GSF tersebut.

Herman mengatakan, ada sekitar 54 kapal yang diberangkatkan dari Albatros Marina, Turki. Kapal itu menampung relawan dari berbagai negara.

"Ya kalau pemberangkatan dari Albatros itu Kamis. Hari Kamis dari Pantai Marmaris, wilayah Marmaris Turki. Dari Albatross ya, stay-nya Albatross, Marmaris. Jadi kami berangkat di sana ada 54 kapal ya. Kemudian kami bergerak. Sampai sekarang kami posisi ada di Mediterania," kata dia dalam sambungan virtual di konferensi pers, Gedung Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026) malam.

1. Dikejar kapal militer Israel hingga diawasi drone

ilustrasi drone kamera (unsplash.com/Travis Colbert)

Herman mengatakan, rombongan kapal GSF sempat sempat dipantau langsung oleh kapal milik tentara Israel hingga drone. Kapal tersebut sempat mendekat dan melakukan pengejaran.

Beruntung Kapal Zapyro yang dinaikinya berhasil meloloskan diri dari kejaran tentara Israel tersebut. Hingga saat ini, kata Herman, kapal dan drone itu sudah tidak terlihat.

"Ya, Alhamdulillah kami dari semalam sudah siaga untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal, ada drone ya. Alhamdulillah malam sudah tidak ada, ada drone-drone saja, kemudian pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF. Nah kapal-kapal ini menurunkan sekoci-sekoci bergerak mendekati mengejar kapal-kapal kita," ujar Herman.

"Alhamdulillah, tim kami ini kapten, kru-nya ya dari teman-teman luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh ya dan sudah dari sasar pengejaran IDF tadi. Dan tentu ini juga berkat pertolongan Allah, doa dari seluruh warga negara sekalian Indonesia di mana pun berada," sambungnya.

2. Strategi menyebar kapal rombongan GSF

armada Global Sumud Flotilla (Codas, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Herman menjelaskan, salah satu strategi yang digunakan rombongan GSF untuk menghindari kapal tentara Israel adalah dengan menyebar ke berbagai sisi. Kemudian, kapal-kapal tersebut akan kembali bertemu di titik yang sudah ditentukan.

"Ya ini seperti ini kondisinya, ombak terkadang tenang, terkadang besar. Tidak terlihat adanya kapal perang dari IDF maupun dari kapal-kapal kami. Kami juga tidak kelihatan kapal-kapal. Iya, karena memang tadi kami menghindar melebar, dari kapal-kapal yang lain memang strateginya menyebar semuanya, meluas dan nanti akan kembali pada titik tujuan. Jadi kalau kami tadi sampaikan arah Gaza adalah lurus, kami menuju ke kanan," jelasnya.

3. Ada sembilan WNI ikut rombongan

armada Global Sumud Flotilla (Afek91, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Adapun WNI yang ikut dalam rombongan tersebut tersebar pada lima kapal kemanusiaan berbeda. Berikut ini sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal GSF dan dilaporkan diculik oleh militer Israel:

1. Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

3. ⁠ Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di Kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad

5. Hendro Prasetyo dari SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad

6. ⁠Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di Kapal BoraLize

7. ⁠Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di Kapal Ozgurluk

8. ⁠Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk

9. Jurnalis yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk

Adapun lima WNI yang jadi korban intersepsi militer Israel yakni Bambang Noroyono atau Abeng; Thoudy Badai; Andre Prasetyo Nugroho; Rahendro Herubowo; dan Andi Angga.

Editorial Team