Jakarta, IDN Times – Pemerintah mengungkap 25 merek beras fortifikasi yang dinyatakan tidak memenuhi standar (TMS) setelah menjalani pemeriksaan laboratorium. Produk-produk tersebut diduga tidak sesuai dengan standar mutu dan kandungan yang tercantum pada label.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) M Qodari menegaskan pemerintah berkomitmen melindungi masyarakat dari peredaran beras fortifikasi bermasalah.
“Pada hari ini kita bisa melihat bahwa pemerintah di bawah Pak Prabowo berusaha untuk menjaga masyarakat, rakyat dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya dari aspek ketersediaan, tetapi juga sampai dengan kualitas,” kata Qodari dalam konferensi pers bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
