Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Daftar 9 Kecelakaan Kereta Api Terparah di Indonesia
Kecelakaan KRL dan kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026). (Dok. Kemenhub)
  • Artikel ini merangkum sembilan kecelakaan kereta api paling tragis di Indonesia, dari masa kolonial hingga modern, dengan korban mencapai ratusan jiwa akibat rem blong, sinyal salah, dan human error.
  • Kecelakaan paling mematikan terjadi di Lembah Anai tahun 1944 dengan sekitar 200 korban tewas, disusul tragedi Trowek dan Bintaro yang juga menelan banyak korban karena kegagalan teknis serta kesalahan prosedur.
  • Insiden terbaru di Stasiun Bekasi Timur tahun 2026 melibatkan tabrakan beruntun antara KRL dan KA jarak jauh setelah taksi listrik mogok di perlintasan, menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
22 Desember 1944

Kecelakaan kereta di Lembah Anai, Padang Panjang menewaskan sekitar 200 orang dan melukai 250 lainnya akibat rem blong di jalur terjal saat masa pendudukan Jepang.

28 Mei 1959

Empat gerbong KA 31 Tjepat relasi Banjar–Bandung terlepas dan masuk jurang di Trowek, Tasikmalaya, menewaskan hingga 185 orang dan melukai ratusan lainnya.

24 September 1962

Kecelakaan kedua di jalur Trowek terjadi karena kegagalan rem, menyebabkan kereta jatuh ke jurang dan menewaskan sekitar 130 orang.

20 September 1968

Tabrakan frontal antara kereta uap dan diesel di Ratujaya, Depok menewaskan 116 orang akibat gangguan sistem komunikasi blok pada kabel tua.

19 Oktober 1987

Tragedi Bintaro I terjadi akibat tabrakan frontal antara KA 225 dan KA 220 di Jakarta Selatan yang menewaskan 156 orang karena kesalahan prosedur persinyalan.

2 November 1993

Dua KRL ekonomi bertabrakan frontal di jalur tunggal Ratujaya, Depok akibat miskomunikasi antar petugas stasiun, menewaskan 20 orang dan melukai ratusan lainnya.

25 Desember 2001

KA Empu Jaya menabrak KA Gaya Baru Malam Selatan di Stasiun Ketanggungan Barat, Brebes pada Hari Natal, menewaskan 31 orang akibat pelanggaran sinyal oleh masinis.

2 Oktober 2010

KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KA Senja Utama Semarang dekat Stasiun Petarukan, Pemalang pukul 03.00 WIB, menewaskan 36 orang karena masinis mengantuk (microsleep).

27 April 2026

Tragedi Stasiun Bekasi Timur terjadi ketika taksi listrik mogok tertemper KRL PLB 5181 lalu memicu tabrakan beruntun dengan KA Argo Bromo Anggrek; insiden ini menewaskan 16 orang dan melukai 88 lainnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kecelakaan beruntun melibatkan beberapa rangkaian kereta dan sebuah taksi listrik di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera, yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan parah di Stasiun Bekasi Timur.
  • Who?
    Korban terdiri dari penumpang KRL PLB 5181, KRL PLB 5568A, dan KA Argo Bromo Anggrek; total 16 orang meninggal dunia dan 88 lainnya luka-luka.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di area perlintasan sebidang JPL 85 Ampera dan peron 2 Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
  • When?
    Kecelakaan terjadi pada tanggal 27 April 2026 saat pagi hari ketika lalu lintas kereta sedang padat di jalur Jakarta–Cikarang.
  • Why?
    Penyebab awal berasal dari taksi listrik yang mogok di tengah rel sehingga tertemper KRL, memicu gangguan jalur dan tabrakan beruntun antar kereta di belakangnya.
  • How?
    Taksi listrik mogok menutup jalur KRL PLB 5181; setelah tertabrak, KRL berikutnya berhenti mendadak. KA Argo Bromo Anggrek kemudian menghantam bagian belakang KRL yang terhenti karena
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak kecelakaan kereta pernah terjadi di Indonesia dan bikin banyak orang sedih. Ada yang karena rem rusak, sinyal salah, atau masinis ngantuk. Dulu di Lembah Anai banyak orang meninggal, juga di Trowek dan Bintaro. Sekarang yang paling baru di Bekasi Timur, ada taksi listrik mogok lalu ditabrak kereta dan banyak orang terluka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun artikel ini memaparkan berbagai tragedi besar dalam sejarah perkeretaapian Indonesia, penyajiannya menunjukkan adanya upaya serius untuk mendokumentasikan dan memahami setiap penyebab kecelakaan secara rinci. Pendekatan faktual ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya evaluasi sistem transportasi, sehingga pengalaman pahit masa lalu dapat menjadi pelajaran berharga bagi peningkatan keselamatan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kecelakaan kereta api selalu meninggalkan duka mendalam dan catatan kelam dalam sejarah transportasi Indonesia. Dari era kolonial hingga masa modern, sejumlah insiden tragis telah merenggut ratusan jiwa akibat berbagai faktor, mulai dari rem blong di jalur terjal hingga kesalahan sinyal dan faktor kelelahan manusia.

Berikut IDN Times rangkumkan sembilan kecelakaan kereta api terparah yang pernah terjadi di Indonesia, dimulai dari yang paling banyak menimbulkan korban jiwa.

1. Kecelakaan Kereta Api di Lembah Anai, Padang Panjang (22 Desember 1944)

Kecelakaan kereta api di lembah anai, Padang Panjang (22 Desember 1944) (dok. Istimewa)

Peristiwa ini menempati urutan pertama kecelakaan kereta api paling parah dengan jumlah korban sekitar 200 jiwa meninggal dan 250 orang luka-luka. Kecelakaan tragis terjadi di jalur terjal Sumatera Barat, yang saat itu masih berada di masa pendudukan Jepang.

Penyebab utama kejadian ini adalah rem blong yang dialami rangkaian kereta, yang menyebabkan kendaraan tidak dapat dikendalikan hingga akhirnya keluar dari rel dan jatuh ke lembah. Insiden Lembah Anai ini menjadi salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan dalam sejarah perkeretaapian nasional.

2. Tragedi trowek, Tasikmalaya (28 Mei 1959)

Ilustrasi tabrakan Trowek Tasikmalaya (1959). (dok. Eddy Mardijanto)

Peristiwa ini terjadi pada 28 Mei 1959. Kecelakaan ini bermula ketika empat gerbong belakang KA 31 Tjepat relasi Banjar-Bandung terlepas di jalur menanjak antara Ciawi–Cipeundeuy, lalu meluncur mundur tanpa kendali dan masuk jurang,

Peristiwa Trowek ini mengakibatkan 92 tewas, 61 luka berat, dan 53 luka ringan. Kemudian diperbarui menjadi 185 tewas dan 200 orang luka berat.

3. Tragedi bintaro, Jakarta Selatan (19 Oktober 1987)

Tragedi bintaro, Jakarta Selatan (19 Oktober 1987) (dok. Istimewa)

Tragedi Bintaro I disebut sebagai kecelakaan paling tragis dalam sejarah modern Indonesia dengan jumlah 156 korban jiwa. Peristiwa ini melibatkan tabrakan frontal antara KA 225 dan KA 220.

Penyebab utama kecelakaan ini adalah kesalahan prosedur persinyalan serta kondisi kereta yang sangat padat. Tabrakan keras itu mengakibatkan kedua rangkaian kereta hancur dan terguling di tikungan yang kelam.

4. Kecelakaan Trowek, Tasikmalaya (24 September 1962)

Ilustrasi tragedi Trowek (dok. Eddy Mardijanto)

Jalur maut Trowek kembali mencatatkan sejarah kelam tiga tahun setelah kecelakaan pertama tepatnya pada tahun 1962 dengan korban meninggal sebanyak 130 jiwa. Kejadian ini nyaris serupa dengan tragedi sebelumnya di tempat yang sama.

Diketahui, kegagalan fungsi rem menyebabkan kereta api anjlok dan jatuh ke dasar jurang. Dua peristiwa besar di lokasi yang sama menjadikan kawasan Trowek, Tasikmalaya, sebagai salah satu titik rawan kecelakaan kereta api paling mematikan di Indonesia.

5. Tabrakan Ratujaya, Depok (20 September 1968)

Tabrakan Ratujaya, Depok (20 September 1968) (dok. Istimewa)

Peristiwa ini terjadi akibat tabrakan frontal antara kereta api uap dan kereta api diesel yang mengakibatkan 116 orang meninggal dunia. Kecelakaan ini terjadi di lintas Manggarai-Bogor yang saat itu masih berupa jalur tunggal.

Diketahui, penyebab utamanya adalah gangguan sistem komunikasi blok akibat adanya arus liar pada kabel tua yang sudah berusia lebih dari 25 tahun. Indikator sinyal yang berubah dengan sendirinya menyebabkan kedua kereta diberangkatkan secara bersamaan dari arah berlawanan.

6. Kecelakaan Petarukan, Pemalang (2 Oktober 2010)

Sejumlah warga menyaksikan kondisi salah satu gerbong KA Senja Utama yang telah ringsek akibat tertabrak KA Argo Anggrek, di Petarukan, Pemalang, Jateng, Sabtu (2/10). Puluhan penumpang tewas ditempat kejadian dan puluhan lainnya mengalami luka berat dan ringan dalam peristiwa tabrakan itu. (dok. ANTARA/Oky)

Kecelakaan ini bermula ketika KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KA Senja Utama Semarang yang sedang berhenti. Peristiwa terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum Stasiun Petarukan. Diketahui, insiden tragis ini menewaskan 36 orang

Penyebab kejadian ini dipicu oleh masinis yang mengalami microsleep atau mengantuk, sehingga ia tidak menggubris sinyal dari kepala stasiun. Akibatnya, kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi itu salah jalur dan menghantam kereta lain dari belakang.

7. Kecelakaan Brebes (25 Desember 2001)

Kecelakaan Brebes 25 Desember 2001 (dok. Istimewa)

Pada hari Natal 2001, KA Empu Jaya menabrak KA Gaya Baru Malam Selatan yang sedang berhenti di Stasiun Ketanggungan Barat. Peristiwa ini mengakibatkan 31 orang meninggal dunia.

Diketahui, tim penyelidik kecelakaan KA menyimpulkan penyebab kecelakaan ini adalah pelanggaran sinyal yang dilakukan oleh masinis KA Empu Jaya. Menteri Perhubungan saat itu Agum Gumelar menyatakan sistem persinyalan di stasiun berfungsi baik, namun masinis tetap melajukan lokomotif meskipun sinyal sudah menunjukkan lampu merah.

8. Tabrakan Ratujaya, Depok (2 November 1993)

Tragedi Ratujaya, Depok 2 November 1993 (dok. Istimewa)

Insiden ini bermula ketika dua KRL ekonomi bertabrakan secara frontal di jalur tunggal yang sama, mengakibatkan 20 korban jiwa dan ratusan orang luka-luka. Diketahui, peristiwa ini terjadi akibat miskomunikasi antara petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA) di Stasiun Depok dan Stasiun Citayam.

Saat itu, sebuah KRL dengan delapan gerbong diberangkatkan dari Depok tanpa mengabarkan jalur aman ke Citayam, sementara di saat bersamaan KRL lain dari arah Bogor baru saja berangkat. Kedua kereta bertemu di tikungan dan tabrakan tak dapat dihindarkan, menyebabkan kereta depan remuk dan terbelah.

9. Tragedi Stasiun Bekasi Timur (27 April 2026)

Proses evakuasi gerbong CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur. (IDN Times/Imam Faishal)

Insiden terbaru ini telah menewaskan 16 orang dan melukai 88 orang lainnya. Tragedi ini berawal saat sebuah taksi listrik mogok di tengah perlintasan sebidang JPL 85 Ampera dan tertemper oleh KRL PLB 5181 relasi Jakarta-Cikarang. Insiden awal ini menyebabkan rangkaian KRL PLB 5568A yang berada di belakangnya harus melakukan pemberhentian darurat karena jalur di depannya terhalang oleh kecelakaan tersebut.

Kondisi jalur yang terhambat kemudian memicu tabrakan beruntun ketika KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi melaju dari arah yang sama. Kereta jarak jauh tersebut menghantam bagian belakang KRL PLB 5568A yang sedang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur.

Editorial Team