Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Data Pribadi Menteri Komdigi Diklaim Beredar, Dijual Rp2 Ribu

3 min read
Data Pribadi Menteri Komdigi Diklaim Beredar, Dijual Rp2 Ribu
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (IDN Times/Misrohatun)
  • Namsun Bert mengklaim menemukan data pribadi yang berkaitan dengan Meutya Hafid, termasuk foto KTP dan informasi keluarga.

  • Informasi yang disebut sebagai password Meutya juga diklaim dapat terbaca dengan jelas.

  • Namsun menyoroti dugaan perdagangan data pribadi dan menyebut data tersebut bisa dibeli melalui Telegram.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kreator konten sekaligus analis keamanan siber Namsun Bertin alias Mr Bert mengungkap data pribadi yang disebutnya berkaitan dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid. Data tersebut diklaim mencakup foto KTP, informasi keluarga hingga password.

Namsun mengatakan sengaja menutupi bagian sensitif dari data yang ditampilkannya untuk menjaga privasi Meutya. Dia menyebut pengungkapan tersebut bukan untuk mempermalukan atau melakukan doxing, melainkan untuk menunjukkan persoalan kebocoran data di Indonesia.

“Ibu, ini adalah foto KTP-mu, atau pernah jadi foto KTP-mu. Benarkah ibu? Ini adalah data keluargamu, data anakmu, data suamimu yang saya tutupi untuk menjaga privasi ibu,” ujarnya dalam unggahan Instagram @realmrbert, dikutip Jumat (2/10/2026).

  1. 1. Data KTP hingga keluarga diklaim tersebar

    Konferensi pers Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).
    Konferensi pers Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Namsun menunjukkan sejumlah data yang disebutnya berkaitan dengan Meutya. Selain foto KTP, dia menyebut terdapat data keluarga, termasuk informasi mengenai anak dan suami Meutya.

    Dia mengatakan bagian yang dianggap sensitif sengaja ditutupi. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar informasi pribadi yang ditampilkannya tidak semakin tersebar.

    “Kepada ibu Meutya Hafid yang terhormat, Menteri Komdigi Indonesia. Ibu, ini adalah foto KTP-mu, atau pernah jadi foto KTP-mu. Benarkah ibu? Ini adalah data keluargamu, data anakmu, data suamimu yang saya tutupi untuk menjaga privasi ibu,” katanya.

  2. 2. Password juga disebut bisa diakses

    IMG_0544.jpeg
    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Jakarta, pada Selasa (21/07/2026).

    Selain data identitas dan keluarga, Namsun mengklaim menemukan informasi yang disebutnya sebagai password Meutya. Dia mengatakan informasi tersebut dapat terbaca dengan jelas.

    “Password seorang Menteri Komdigi Ibu yang saya hormati, saya kasih tahu ini bukan untuk mempermalukan ibu, atau mendoxsing data ibu, karena saya tutupi semua bagian yang sangat sensitif,” katanya.

    Namsun kemudian mengaitkan temuan tersebut dengan kekhawatiran masyarakat terhadap penipuan yang memanfaatkan data pribadi. Dia menyebut banyak orang kini khawatir menerima telepon karena data pribadi mereka berpotensi telah diketahui pelaku penipuan.

  3. 3. Data disebut bisa dibeli Rp2 ribu

    Ilustrasi kebocoran data/Shutterstock/Gorodenkoff.
    Ilustrasi kebocoran data/Shutterstock/Gorodenkoff.

    Namsun juga menyoroti dugaan perdagangan data pribadi. Dia mengklaim data seseorang yang mencakup wajah dan lokasi dapat diperoleh dengan harga Rp10.000.

    Namun, menurutnya, data yang disebut berkaitan dengan seorang menteri justru dapat diperoleh dengan harga lebih murah.

    “Tapi 10 ribu itu masih terlalu mahal karena saya pribadi bisa tahu sumbernya di mana bisa membeli data Ibu, itu cuma 2 ribu rupiah,” ujarnya.

    Dia kemudian menyebut informasi pribadi tersebut dapat ditemukan tanpa harus melakukan peretasan.

    “Saya bisa temukan data semua orang, dan itu tidak perlu di-hack lagi. Cukup dibeli di Telegram,” katanya.

    Namsun mengatakan persoalan tersebut juga berkaitan dengan risiko penipuan, termasuk phishing yang dapat menyebabkan korban kehilangan uang. Dia berharap persoalan kebocoran dan perdagangan data pribadi mendapat penanganan.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More