Jakarta, IDN Times - Partai Demokrat turut mendesak PDI Perjuangan (PDIP) untuk menentukan sikap yang lebih jelas terkait posisi di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Apakah mereka berada di dalam dan mendukung pemerintah atau memilih menjadi oposisi.
Persepsi PDIP tengah menunjukkan sikap berada di luar pemerintahan muncul seiring dengan maraknya aksi demonstrasi mahasiswa yang memprotes program prioritas Prabowo. PDIP dituding sebagai pihak yang ikut menggerakan demonstrasi yang memprotes kebijakan Prabowo. Salah satu indikator yang menguatkan tudingan itu yakni ketika politisi PDIP, Andi Widjajanto berada ikut di lokasi demo yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia pada Jumat, 12 Juni 2026.
"Silakan tunjukkan saja sikapnya yang tegas, apakah PDIP hari ini berada di dalam atau di luar pemerintahan. Tetapi, sikap yang tegas itu tidak hanya ditunjukkan dalam bentuk pernyataan saja melainkan juga posisi dalam menyikapi kebijakan pemerintah di parlemen," ujar Herzaky di area Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (20/6/2026).
Menurut Herzaky, tidak ada masalah seandainya PDIP memilih berada di luar pemerintahan. Sebab, sikap politik serupa sudah ditunjukkan PDIP selama 10 tahun saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi presiden. Partai Demokrat pun, kata Herzaky, juga pernah menjadi partai penyeimbang.
"Tapi sikap kami jelas waktu itu. Publik juga tahu kalau kami berada di luar pemerintahan, kami partai penyeimbang," tutur dia.
"Silakan saja mengambil sikap, tetapi yang paling penting komunikasinya jelas ke publik," imbuhnya.
