Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dishub DKI Gelar Pemilihan Ojol Pelopor KITA 2026 di Balai Kota
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta secara resmi membuka rangkaian bootcamp dan seleksi Pemilihan Ojol Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan (KITA) Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8/2026). (IDN Times/Ridho Fauzan)
  • Dishub DKI Jakarta membuka bootcamp dan seleksi Ojol Pelopor KITA 2026 bagi ratusan pengemudi ojol serta taksol untuk memperkuat keselamatan, ketertiban, dan profesionalisme transportasi berbasis aplikasi.

  • RSA Indonesia menyebut data Korlantas Polri menunjukkan kecelakaan sering terjadi saat cuaca cerah dan jalan lurus, menegaskan perilaku pengemudi sebagai faktor krusial keselamatan.

  • Sri Suhartini Fitriyanti, Hasanah, dan Endri Manurung menjadi pemenang; mereka akan mengedukasi pengemudi lain sambil menyoroti lawan arah, emosi berkendara, serta kebutuhan shelter dan kantong parkir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Dishub DKI Jakarta membuka bootcamp dan seleksi Pemilihan Ojol Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan (KITA) 2026, serta menetapkan tiga pengemudi terbaik.
  • Who?
    Dishub DKI Jakarta, ratusan pengemudi ojol dan taksol, dewan juri lintas sektor, serta pemenang Sri Suhartini Fitriyanti, Hasanah, dan Endri Manurung terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Rangkaian pembukaan, seleksi 50 besar, dan penetapan pemenang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta.
  • When?
    Kegiatan dibuka pada Senin, 31 Agustus 2026, dalam rangka Pemilihan Ojol Pelopor KITA Tahun 2026.
  • Why?
    Program digelar untuk memperkuat keselamatan berkendara, mendorong kepatuhan aturan lalu lintas, dan membentuk pengemudi online sebagai agen edukasi keselamatan.
  • How?
    Peserta mengikuti pembekalan materi, kurasi, dan penilaian dewan juri lintas sektor. Tiga pemenang dipilih untuk mengedukasi pengemudi lain melalui komunitas, pangkalan, dan media sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta secara resmi membuka rangkaian bootcamp dan seleksi Pemilihan Ojol Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan (KITA) Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8/2026).

Program ini menyasar ratusan pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online (taksol) di DKI Jakarta. Langkah inovatif tersebut diusung guna memperkuat iklim keselamatan berkendara serta mendorong transformasi Jakarta menjadi kota global yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

Melalui pembekalan materi serta kurasi ketat, para pengemudi online diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lapangan yang memberikan keteladanan serta edukasi lalu lintas kepada sesama rekan pengemudi maupun masyarakat luas.

1. Wajah baru transportasi Jakarta menuju kota global

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Hermawan saat ditemui usai membuka rangkaian bootcamp dan seleksi Pemilihan Ojol Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan (KITA) Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8/2026). (IDN Times/Ridho Fauzan)

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Hermawan menyampaikan apresiasinya kepada para pengemudi ojol dan taksol. Ia menekankan pentingnya peran pengemudi angkutan berbasis aplikasi sebagai pelopor keselamatan lalu lintas.

"Tentunya saya berharap Bapak dan Ibu di jajaran ojol menjadi pelopor keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas. Kehadiran Bapak dan Ibu di transportasi Jakarta memiliki warna tersendiri," ungkap Ujang di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8/2026).

Ia pun menjelaskan, program tersebut merupakan inovasi dari Dishub DKI Jakarta yang kini merangkul komunitas pengemudi online secara masif, setelah sebelumnya berfokus pada Pelajar Pelopor dan Awam Angkutan.

"Pak Gubernur menginginkan Jakarta menjadi kota global yang setara dengan negara lain. Kami berharap para pengemudi online dapat memberikan keteladanan. Ketika masyarakat mengenal Bapak dan Ibu sebagai driver online, masyarakat merasa yakin transportasinya aman, profesional, dan tertib," tegas Ujang.

Ke depan, para alumni Pelopor KITA juga akan dilibatkan aktif untuk mengedukasi sesama pengemudi serta mendukung penataan pangkalan/shelter ojol di titik-titik krusial Jakarta agar lebih tertata dan ramah lalu lintas.

2. Temuan RSA: Kecelakaan mayoritas terjadi saat cuaca cerah

Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano, saat menjadi pembicara dalam acara bootcamp dan seleksi Pemilihan Ojol Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan (KITA) Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8/2026). (IDN Times/Ridho Fauzan)

Sementara itu Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano, menyoroti pentingnya pembentukan agen perubahan keselamatan di jalan raya. Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas pengemudi online sangat strategis karena memiliki basis massa yang besar.

"Keselamatan jalan sangat membutuhkan pelopor untuk menjadi agen perubahan. Melibatkan teman-teman ojol dan taksol adalah jalan terbaik karena basis massanya cukup banyak. Kami mengapresiasi langkah Dishub DKI Jakarta," kata Rio yang  juga merupakan salah satu Dewan Juri di kegiatan tersebut

Rio membeberkan hasil kompilasi data kecelakaan dari Korlantas Polri yang menepis anggapan bahwa kecelakaan mayoritas dipicu oleh jalan berlubang atau cuaca buruk.

"Data justru menunjukkan kecelakaan paling sering terjadi pada kondisi cuaca cerah dan jalanan lurus. Ini membuktikan faktor perilaku pengemudi sangat krusial, sehingga lima pilar keselamatan jalan wajib kita terapkan bersama," jelas Rio.

Ia menambahkan, seluruh pengemudi yang lolos hingga seleksi 50 besar di Balai Kota telah menunjukkan komitmen nyata untuk menularkan budaya aman berkendara di jalan raya.

3. Tiga pemenang yang siap jadi agen perubahan

Ketiga pengemudi yang dinobatkan sebagai pemenang Ojol Pelopor KITA 2026. Mereka adalah Sri Suhartini Fitriyanti sebagai Juara 1, Hasanah sebagai Juara 2, dan Endri Manurung sebagai Juara 3. (IDN Times/Ridho Fauzan)

Perjalanan para peserta dalam ajang Ojol Pelopor KITA 2026 berlanjut hingga terpilih tiga pengemudi terbaik. Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri lintas sektor yang terdiri dari unsur pemerintah, kepolisian, akademisi, pakar transportasi, LSM, hingga aplikator, yaitu:

  • Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano

  • Pengamat Perencanaan Wilayah dan Kota (Tata Kota) serta Transportasi Universitas Trisakti, Dr. Drs. Yayat Supriatna, M.S.P.

  • Staf Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ikhsan, S.ST.

  • Deputy Director Public Affairs Territory & Social Impacts PT Grab Indonesia, Clarina Andreny

  • Head of Regional Strategy Public Policy & Government Relations PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Mufi

  • Praktisi/Akademisi Universitas Indonesia, Suci Sutjipto

  • Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Retno Satuti

Setelah melalui proses penilaian, tiga pengemudi dinobatkan sebagai pemenang Ojol Pelopor KITA 2026. Ketiganya adalah Sri Suhartini Fitriyanti sebagai Juara 1, Hasanah sebagai Juara 2, dan Endri Manurung sebagai Juara 3.

Bagi para pemenang, terpilih dari ratusan peserta bukan sekadar menjadi pencapaian, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk ikut menularkan budaya berkendara yang lebih aman kepada sesama pengemudi.

“Senang, bangga, tapi juga ada beban. Bebannya karena kita harus mengajak lebih banyak teman-teman pengemudi lain untuk sadar akan keselamatan di jalan,” ungkap Sri Suhartini Fitriyanti usai menerima penghargaan.

Pengalaman sehari-hari di jalan juga membuat para pemenang memahami bahwa masih ada sejumlah tantangan keselamatan yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya adalah kebiasaan melawan arah untuk mengejar waktu, selain keterbatasan kantong parkir dan shelter resmi yang dapat digunakan pengemudi ojek online.

“Yang paling krusial di jalan itu lawan arah dan emosi. Kita harus ingat kalau kita bawa nyawa penumpang yang punya keluarga di rumah. Selain itu, kami berharap Pemprov DKI, Dishub, dan aplikator memperbanyak kantong parkir serta shelter. Misalnya di Stasiun Senen yang 24 jam ramai, shelter sangat dibutuhkan untuk mencegah gesekan dengan petugas dan mengurangi kemacetan,” papar ketiga pemenang.

Ke depan, para juara ingin melanjutkan semangat tersebut dengan mengajak lebih banyak pengemudi untuk peduli terhadap keselamatan lalu lintas. Edukasi akan dilakukan melalui sosialisasi tatap muka bersama komunitas, termasuk saat berkumpul di pangkalan, serta melalui media sosial agar pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak pengemudi. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article