Ketiga pengemudi yang dinobatkan sebagai pemenang Ojol Pelopor KITA 2026. Mereka adalah Sri Suhartini Fitriyanti sebagai Juara 1, Hasanah sebagai Juara 2, dan Endri Manurung sebagai Juara 3. (IDN Times/Ridho Fauzan)
Perjalanan para peserta dalam ajang Ojol Pelopor KITA 2026 berlanjut hingga terpilih tiga pengemudi terbaik. Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri lintas sektor yang terdiri dari unsur pemerintah, kepolisian, akademisi, pakar transportasi, LSM, hingga aplikator, yaitu:
Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano
Pengamat Perencanaan Wilayah dan Kota (Tata Kota) serta Transportasi Universitas Trisakti, Dr. Drs. Yayat Supriatna, M.S.P.
Staf Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ikhsan, S.ST.
Deputy Director Public Affairs Territory & Social Impacts PT Grab Indonesia, Clarina Andreny
Head of Regional Strategy Public Policy & Government Relations PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Mufi
Praktisi/Akademisi Universitas Indonesia, Suci Sutjipto
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Retno Satuti
Setelah melalui proses penilaian, tiga pengemudi dinobatkan sebagai pemenang Ojol Pelopor KITA 2026. Ketiganya adalah Sri Suhartini Fitriyanti sebagai Juara 1, Hasanah sebagai Juara 2, dan Endri Manurung sebagai Juara 3.
Bagi para pemenang, terpilih dari ratusan peserta bukan sekadar menjadi pencapaian, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk ikut menularkan budaya berkendara yang lebih aman kepada sesama pengemudi.
“Senang, bangga, tapi juga ada beban. Bebannya karena kita harus mengajak lebih banyak teman-teman pengemudi lain untuk sadar akan keselamatan di jalan,” ungkap Sri Suhartini Fitriyanti usai menerima penghargaan.
Pengalaman sehari-hari di jalan juga membuat para pemenang memahami bahwa masih ada sejumlah tantangan keselamatan yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya adalah kebiasaan melawan arah untuk mengejar waktu, selain keterbatasan kantong parkir dan shelter resmi yang dapat digunakan pengemudi ojek online.
“Yang paling krusial di jalan itu lawan arah dan emosi. Kita harus ingat kalau kita bawa nyawa penumpang yang punya keluarga di rumah. Selain itu, kami berharap Pemprov DKI, Dishub, dan aplikator memperbanyak kantong parkir serta shelter. Misalnya di Stasiun Senen yang 24 jam ramai, shelter sangat dibutuhkan untuk mencegah gesekan dengan petugas dan mengurangi kemacetan,” papar ketiga pemenang.
Ke depan, para juara ingin melanjutkan semangat tersebut dengan mengajak lebih banyak pengemudi untuk peduli terhadap keselamatan lalu lintas. Edukasi akan dilakukan melalui sosialisasi tatap muka bersama komunitas, termasuk saat berkumpul di pangkalan, serta melalui media sosial agar pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak pengemudi. (WEB)