Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dokter muslimah Wahdah Islamiyah lakukan layanan medis dari rumah ke rumah untuk warga terdampak banjir Aceh Tamiang. (dok. Wahdah Islamiyah)
Dokter muslimah Wahdah Islamiyah lakukan layanan medis dari rumah ke rumah untuk warga terdampak banjir Aceh Tamiang. (dok. Wahdah Islamiyah)

Intinya sih...

  • Dampak luas pada fasilitas kesehatan

  • Kolaborasi antar pihak untuk percepatan pemulihan layanan kesehatan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Empat puskesmas di Aceh masih lumpuh pascabencana akhir November tahun lalu. Kerusakan berat dan genangan lumpur yang tinggi menjadi penyebab utama fasilitas kesehatan tersebut belum berfungsi kembali.

Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menekankan penyelesaiannya memerlukan pendekatan khusus.

“Kalau bisa ada alat berat kecil dan operatornya, kami harap dalam tiga minggu sampai satu bulan ke depan puskesmas tersebut bisa kembali beroperasi,” ujar dia dikutip dalam keterangan pers, Minggu, (4/1/2025).

1. Dampak luas pada fasilitas kesehatan

Kolaborasi Kementrian Kesehatan dengan Palang Merah Indonesia (PMI) (dok. Kemenkes)

Kondisi tersebut adalah bagian dari dampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi Sumatra. Bencana telah mempengaruhi operasional 867 puskesmas. Sebanyak 180 unit di antaranya sempat tidak berfungsi. Selain itu, total 87 rumah sakit terdampak dan 9 unit sempat tidak beroperasi.

Sementara, kolaborasi antar pihak terus digalang untuk percepatan pemulihan. Menkes Budi mengapresiasi peran Palang Merah Indonesia (PMI). Dia menegaskan kolaborasi antara pemerintah, PMI, dan berbagai mitra menjadi kunci percepatan pemulihan layanan kesehatan.

2. Kemenkes terus merotasi tenaga medis di wilayah terdampak

Tim Kesehatan TNI Angkatan Darat beri pelayanan medis ke pengungsi di Desa Bonan Dolok, Sitahuis, Tapanuli Utara, Sumut (Dok. Dispenad)

Budi mengatakan, Kemenkes telah mengerahkan dan merotasi sekitar 3.200 relawan kesehatan termasuk 500 tenaga dari Kemenkes dengan dukungan dari sektor swasta, organisasi profesi, serta TNI. untuk menjaga kontinuitas layanan, termasuk di daerah terpencil.

“Setiap dua minggu kami lakukan rotasi relawan agar pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil dan pengungsian, tetap berjalan dengan baik,” kata Budi.

Kendati demikian, tantangan akses masih menjadi kendala utama.

“Ada daerah yang hanya bisa ditempuh dengan perahu, kendaraan khusus, bahkan sepeda motor trail dengan waktu tempuh sampai enam jam,” ujar Budi.

3. Seluruh RSUD di lokasi terdampak banjir Sumatra sudah kembali beroperasi

RSUD Langsa, Aceh kembali beroperasi (dok. Kementrian Kesehatan)

Sebelumnya, seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di lokasi bencana banjir Sumatra telah kembali beroperasi. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator PMK, Pratikno, dalam rapat koordinasi tingkat menteri, Jumat (2/1/2026).

"Seluruh RSUD di wilayah terdampak saat ini telah kembali beroperasi dan dilakukan mobilisasi relawan-relawan ke wilayah terisolir," ujar Pratikno.

Editorial Team