Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Spanyol Umumkan Darurat Nasional Imbas Kebakaran Hutan Hebat

Spanyol Umumkan Darurat Nasional Imbas Kebakaran Hutan Hebat
ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/ Michael Held)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Spanyol resmi mengumumkan status darurat nasional di wilayah Madrid dan Provinsi Avila akibat kebakaran hutan yang semakin tidak terkendali. Status ini diterapkan setelah beberapa titik api terus meluas serta mengancam permukiman warga pada Jumat (24/7/2026).

Situasi krisis memaksa pengerahan unit militer khusus untuk mengambil alih penanganan bencana di lapangan. Selain Spanyol, gelombang panas ekstrem dan kebakaran hebat juga melanda beberapa negara Eropa selatan seperti Prancis dan Italia.

1. Spanyol umumkan darurat nasional dan pengerahan militer

PM Spanyol, Pedro Sanchez
PM Spanyol, Pedro Sanchez (Ministry of the Presidency. Government of Spain, via Wikimedia Commons)

Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat pengerahan sumber daya pemadam kebakaran. Kebakaran hebat melanda sejumlah kotamadya di Madrid seperti Villa del Prado dan San Martin de Valdeiglesias, serta Burgohondo di Avila.

Komando penanganan darurat kini diserahkan kepada Unit Darurat Militer (UME) milik angkatan bersenjata Spanyol. Pemerintah daerah mengonfirmasi situasi masih sangat kritis dengan tiga kebakaran besar yang belum bisa dikendalikan.

Dampak kebakaran ini memaksa lebih dari 10 ribu warga mengungsi dari permukiman mereka di wilayah Madrid. Otoritas setempat telah mengirimkan pesan peringatan evakuasi darurat kepada 3.500 warga di Aldea del Fresno.

"Pemerintah telah mengerahkan segala sumber daya yang tersedia untuk menghentikan kebakaran hebat yang saat ini melanda banyak wilayah seperti Avila, Leon, Toledo, Madrid, dan wilayah lain di Spanyol," kata Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, dilansir The Straits Times.

2. Suhu ekstrem picu kebakaran puluhan ribu hektare lahan

ilustrasi gelombang panas
ilustrasi gelombang panas (unsplash.com/richardvnlb)

Kebakaran di Spanyol diperparah oleh gelombang panas ekstrem dengan suhu melampaui 40 derajat Celsius di berbagai daerah. Badan meteorologi Spanyol mencatat rekor suhu tertinggi mencapai 44,7 derajat Celsius di wilayah Murcia.

Kebakaran terbesar terjadi di Provinsi Guadalajara yang berjarak sekitar 100 kilometer di utara ibu kota Madrid. Kobaran api di wilayah tersebut telah menghanguskan lebih dari 32 ribu hektare lahan sejak pertengahan Juli.

Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa mencatat hampir 125 ribu hektare lahan di Spanyol telah hangus terbakar sepanjang tahun ini. Luas area terbakar tersebut melonjak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya di periode yang sama.

Kepala Perlindungan Sipil Spanyol, Virginia Barcones, menyebut cuaca ekstrem membuat upaya pemadaman menjadi sangat sulit bagi petugas di lapangan. Kombinasi angin kencang dan suhu tinggi membuat kobaran api terus merembet dengan cepat ke area pemukiman warga.

3. Prancis dan Italia ikut terancam kebakaran hebat

Ilustrasi kebakaran hutan
Ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Mike Newbry)

Krisis kebakaran hutan tidak hanya melanda Spanyol, tetapi juga meluas ke negara tetangga seperti Prancis dan Italia. Pemerintah Prancis bahkan telah mengaktifkan sistem perlindungan sipil Uni Eropa untuk meminta bantuan armada pesawat pemadam kebakaran.

Di wilayah barat daya Prancis, lebih dari 20 ribu orang dievakuasi akibat kebakaran yang merusak hutan pinus dekat pusat wisata. Sementara di Italia, sekitar 6 ribu petugas dikerahkan untuk memadamkan puluhan titik api di Sisilia dan Calabria.

"Polisi datang dan mengetuk setiap pintu saat api berjarak sekitar 500 meter, kami mengambil beberapa barang lalu pergi," ujar Patrick Martineau, seorang warga terdampak di Le Porge, dilansir France 24.

Pakar menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi faktor utama yang memicu meningkatnya frekuensi dan keparahan kebakaran di Eropa. Penelantaran lahan pedesaan yang memicu penumpukan vegetasi kering, ditambah gelombang panas laut Mediterania, membuat lahan sangat mudah terbakar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More