Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia Tekankan Digitalisasi di Kemitraan ASEAN-Korsel

Indonesia Tekankan Digitalisasi di Kemitraan ASEAN-Korsel
ASEAN Post Ministerial Meeting dengan Korea Selatan di Manila, Filipina. (Dok. Kemlu RI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan penguatan ketahanan kawasan harus menjadi fokus utama dalam kerja sama antara ASEAN dan Korea Selatan di tengah meningkatnya tantangan global. Menurutnya, kemitraan ekonomi yang semakin terintegrasi menjadi fondasi penting untuk membangun kawasan yang lebih tangguh.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam Post-Ministerial Conference (PMC) ASEAN-Korea Selatan di Manila, Filipina. Indonesia memandang kerja sama ekonomi, transformasi digital, hingga penguatan kapasitas teknologi perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain memperkuat hubungan ekonomi, Indonesia juga mendorong ASEAN dan Korea Selatan memperluas kolaborasi di sektor-sektor strategis yang mampu meningkatkan daya saing kawasan sekaligus memperkuat ketahanan menghadapi berbagai krisis.

Menutup pernyataannya, Sugiono menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas kawasan hanya dapat diwujudkan melalui penghormatan terhadap hukum internasional, multilateralisme, dan penyelesaian sengketa secara damai.

1. RI dorong kemitraan ekonomi yang lebih terintegrasi

IMG_0385.jpeg
Menteri Luar Negeri Sugiono dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM). (Dok. Kemlu RI)

Sugiono mengatakan penguatan kemitraan ekonomi ASEAN dan Korea Selatan menjadi langkah awal untuk membangun ketahanan kawasan yang lebih kokoh.

“Pembangunan kemitraan ekonomi antara ASEAN dan Korea Selatan yang lebih terintegrasi merupakan langkah awal dalam memperkuat kerja sama kedua pihak,” ujar Sugiono, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, momentum pemutakhiran Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Korea Selatan menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak agar lebih relevan dengan tantangan masa depan.

“Pemutakhiran ini akan membuat kemitraan ekonomi kedua pihak yang lebih modern, berorientasi ke depan dan semakin kokoh,” kata Sugiono.

Ia menambahkan perluasan pasar perdagangan digital dan pengembangan sektor-sektor strategis akan membuka lebih banyak peluang bagi dunia usaha maupun masyarakat.

“Perluasan pasar dagang digital dan sektor-sektor strategis lainnya akan membuka kesempatan baru bagi para pelaku bisnis dan masyarakat luas untuk meningkatkan kerja sama,” lanjutnya.

2. Transformasi digital jadi prioritas kerja sama

ilustrasi digital marketing, bisnis
ilustrasi digital marketing, bisnis (pexels.com/Yan Krukau)

Indonesia juga menilai transformasi digital perlu menjadi salah satu fokus utama kemitraan ASEAN dan Korea Selatan. Sugiono mengatakan, kerja sama dalam membangun konektivitas digital dan meningkatkan literasi digital akan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat di kawasan.

Menurutnya, penerapan teknologi digital di berbagai sektor, termasuk pertanian, dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas akses pasar.

“Sebagai contoh, smart agriculture dapat semakin membuka akses pasar dan kesempatan yang lebih luas bagi para petani,” ujar Sugiono.

Ia juga menyinggung peluncuran ASEAN-Korea High Performance Computing Facility di Jakarta pada Juni 2026 sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan riset berbasis data di kawasan ASEAN.

3. Sugiono tekankan multilateralisme dan hukum internasional

IMG_0387.jpeg
Menteri Luar Negeri Sugiono dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM). (Dok. Kemlu RI)

Selain kerja sama ekonomi dan digital, Indonesia kembali menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan melalui penghormatan terhadap hukum internasional.

Sugiono menilai ketahanan kawasan tidak hanya dibangun melalui pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan menyelesaikan konflik secara damai. Oleh karena itu, ia menegaskan seluruh bentuk kerja sama ASEAN dan Korea Selatan harus tetap berlandaskan prinsip-prinsip multilateralisme.

“Pada akhirnya, ketahanan serta perdamaian dan stabilitas hanya akan dapat tercapai dengan multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional dan pengedepanan prinsip-prinsip untuk penyelesaian konflik secara damai,” tutup Sugiono.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More