Jakarta, IDN Times – Fenomena Bulan Pemburu atau Hunter’s Moon akan menghiasai langit Indonesia pada Senin, 26 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak masyarakat untuk menyaksikan fenomena astronomi ini, yang memiliki kisah historis menarik di balik penamaannya.
Meski namanya terdengar istimewa, Hunter’s Moon sebenarnya tidak memiliki perbedaan fisik dengan bulan purnama pada umumnya. Fenomena ini merupakan bagian dari tradisi penamaan bulan purnama yang berkembang di masyarakat Amerika Utara dan Eropa, serta berkaitan erat dengan aktivitas berburu menjelang musim dingin.
Dikutip dari bmkg.go.id, Sabtu (24/10/2026), Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan Hunter’s Moon merupakan istilah tradisional untuk fase bulan purnama yang muncul setelah Harvest Moon, tepatnya di bulan Oktober. Namun demikian, setiap tiga tahun sekali ketika Harvest Moon jatuh di awal Oktober, Hunter’s Moon akan bergeser ke bulan November.
“Fenomena Hunter’s Moon tidak memiliki perbedaan fisik dengan bulan purnama biasa, tetapi memiliki latar belakang budaya dan karakteristik unik,” ujar Ayu di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
