Depok, IDN Times - Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) mempertegas komitmennya untuk memacu hilirisasi singkong sebagai komoditas strategis penopang pangan dan bioenergi nasional, di tengah krisis iklim global serta tingginya ketergantungan impor.
Ketua Umum MSI 2021-2025 yang juga terpilih kembali secara aklamasi untuk 2025-2030, Arifin Lambaga, mengatakan pemanfaatan singkong di Indonesia saat ini harus meloncat lebih jauh dari sekadar bahan pangan mentah menuju pengolahan industri skala besar berbasis bioteknologi.
"Kami sudah melakukan langkah untuk masuk ke pengolahan. Sekarang tergolong kepada budidaya untuk yang lain," ujar Arifin saat memberikan sambutan Musyawarah Nasional (Munas) IV di Sekretariat DPP MSI, Gedung Mutu International, Bogor, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, langkah ini krusial mengingat potensi besar singkong yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memiliki peran sentral dalam mendukung program pencampuran bioetanol nasional.
