Jakarta, IDN Times - Ratusan anak muda dari berbagai daerah berkumpul di kompleks Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026). Mereka mengikuti kegiatan Muda-Mudi Sekolah Partai yang dirancang untuk mengenalkan pendidikan politik, sejarah perjuangan bangsa, serta nilai-nilai kebangsaan kepada generasi Z atau Gen Z.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun. Sejumlah pengurus partai turut hadir, di antaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga MY Esti Wijayati, Wakil Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan Yuke Yurike, Bendahara Umum Sekolah Partai Sigit K. Yunianto, serta Sekretaris Umum Sekolah Partai Nida Zidny Paradisa.
Di hadapan para peserta, Komarudin mengaku senang melihat tingginya antusiasme anak muda yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurut dia, pendidikan politik perlu diberikan sejak dini agar generasi penerus memahami sejarah perjuangan bangsa dan memiliki bekal untuk mengambil peran dalam kehidupan bernegara.
Komarudin menjelaskan, Sekolah Partai tidak semata-mata menjadi ruang untuk memperkenalkan PDI Perjuangan kepada anak muda. PDIP juga ingin mewariskan gagasan dan nilai perjuangan Presiden pertama RI Sukarno dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada generasi berikutnya.
“Kita undang pertama itu masih umum saja, bebas saja, karena yang paling penting itu bukan PDI Perjuangannya, tapi perjuangan Bung Karno dan Ibu Mega itu harus diwariskan kepada generasi penerus. Di situ ada nilai, ya. Perjuangan itu yang harus diteruskan,” ujar Komarudin.
Dia mengatakan, pemahaman terhadap Pancasila dan konstitusi menjadi bagian penting dalam pendidikan politik. Menurut Komarudin, generasi muda perlu memahami proses pembentukan kepemimpinan agar tidak menganggap jabatan publik dapat diraih tanpa persiapan dan pengalaman yang memadai.
“Di sana kita belajar bagaimana Pancasila, dasar negara, supaya jangan kita buat pelanggaran terhadap konstitusi, kan? Jadi kita sadarkan kepada generasi muda bahwa semua berproses, tidak ada yang jatuh dari langit. Supaya suatu ketika mereka jadi pejabat, mau jadi presiden, wakil presiden, harus siap, tidak bisa dipaksa. Nanti bikin rusak negara itu,” ucap dia.
