Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gen Z Dorong Ekonomi Kreatif, Film Jadi Andalan Jakarta
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan dalam Road to Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026, Kamis (3/4/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Bank Indonesia menilai ekonomi kreatif, terutama yang digerakkan oleh Gen Z dan milenial, menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Jakarta berkat kreativitas dan adaptasi teknologi mereka.
  • Industri film disebut memiliki efek berganda besar karena mampu menggerakkan sektor pariwisata, kuliner, transportasi, hingga fashion serta memperkuat citra Jakarta sebagai Kota Sinema.
  • Jakarta Youth Film Festival 2026 diharapkan jadi wadah kolaborasi talenta muda dan berpotensi berkembang menjadi ajang internasional yang melahirkan karya film kompetitif dari perspektif lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
3 April 2026

Iwan Setiawan menyampaikan bahwa ekonomi kreatif menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Jakarta dalam acara Road to Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026. Ia menekankan peran besar generasi milenial dan Gen Z dalam mendorong sektor ini.

Jakarta Youth Film Festival 2026

Bank Indonesia menginisiasi penyelenggaraan JYFF 2026 sebagai program unggulan untuk memperkuat industri film di Jakarta. Festival ini diharapkan menciptakan ruang kolaborasi dan meningkatkan kualitas talenta muda.

dalam dua tahun

Rano optimistis bahwa dalam dua tahun, Jakarta Youth Film Festival dapat berkembang dari ajang lokal menjadi berskala internasional dengan partisipasi sineas luar negeri.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Anak-anak muda di Jakarta suka bikin hal kreatif, kayak film. Kata Pak Iwan dari Bank Indonesia, anak muda itu pintar pakai teknologi dan punya banyak ide baru. Sekarang ada acara namanya Jakarta Youth Film Festival 2026 buat bantu mereka bikin film bagus. Katanya nanti bisa jadi acara besar sampai ke luar negeri juga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dominasi generasi muda di Jakarta menghadirkan energi baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif, terutama melalui industri film yang memiliki dampak luas lintas sektor. Dukungan Bank Indonesia terhadap Jakarta Youth Film Festival 2026 menunjukkan komitmen nyata dalam membina talenta lokal, memperkuat kolaborasi, dan menegaskan posisi Jakarta sebagai kota global yang kreatif dan inklusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menegaskan ekonomi kreatif menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru yang menunjukkan kinerja sangat positif di Ibu Kota.

Menurutnya, komposisi penduduk Jakarta yang didominasi generasi milenial dan Gen Z lebih dari 50 persen menjadi modal strategis dalam mendorong ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi.

“Generasi muda memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi kreatif. Mereka adaptif terhadap teknologi, memiliki ide-ide segar, dan mampu menciptakan peluang baru di berbagai sektor,” ujar Iwan dalam Road to Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026 di Jakarta, Kamis (3/4/2026).

1. Industri film punya multiplayer effect

Film Tygo syuting di Kota Tua Jakarta (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Ia menambahkan, salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memiliki dampak luas adalah industri film. Sektor ini dinilai memiliki multiplier effect yang signifikan karena mampu menggerakkan banyak sektor pendukung.

"Industri film mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung seperti pariwisata, kuliner, transportasi, fashion, dan film juga berperan sebagai media efektif memperkuat citra kota di tingkat global, sejalan dengan visi Jakarta sebagai Kota Sinema," katanya.

2. Jakarta Youth Film Festival 2026 menjadi katalis lahirnya karya

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan dalam Road to Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026, Kamis (3/4/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dia mengatakan inisiatif penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival ini diharapkan menjadi salah satu program unggulan dalam penguatan industri film di Jakarta yang mampu menciptakan ruang kolaborasi, meningkatkan kualitas talenta, serta mendorong lahirnya karya-karya yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

"Jakarta Youth Film Festival 2026 diharapkan dapat menjadi katalis lahirnya karya-karya kreatif yang berakar pada perspektif lokal, sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing," katanya.

3. Berkembang jadi ajang internasional

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, Road to Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026, Kamis (3/4/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Ia mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia yang menggelar Jakarta Youth Film Festival sebagai ruang pembinaan talenta muda. Rano meyakini dalam dua tahun ajang tersebut bisa berkembang dari level lokal menjadi partisipasi internasional.

Menurut Rano, festival film pendek menjadi pintu masuk penting bagi talenta muda. Ia menekankan bahwa film pendek bukanlah film murah, melainkan prototipe yang kerap menjadi batu loncatan sineas masuk ke industri besar.

"Saya katakan kepada Pak Iwan, saya sangat yakin dalam waktu dua tahun, youth festival ini bukan hanya anak Jakarta yang ikut, tapi internasional akan hadir. Beginilah film," katanya.

Editorial Team