“(Volodymyr) Zelensky yang pengangguran telah menyerang kapal dagang Iran hingga menewaskan seorang pelaut. Sebuah pelanggaran (terhadap) Piagam PBB yang terang-terangan dilakukan atas perintah Israel untuk menyeret Eropa ke dalam perangnya," kata Araghchi dalam sebuah unggahan di X pada Minggu (26/7/2026), seperti dikutip Times of Israel.
Iran Tuduh Ukraina Serang Kapalnya di Laut Kaspia atas Perintah Israel

- Iran menuduh Ukraina menyerang kapal dagangnya di Laut Kaspia atas perintah Israel, menewaskan seorang pelaut, dan berjanji melakukan balasan.
- Presiden Volodymyr Zelenskyy mengakui serangan pada 25 Juli 2026, dengan alasan kapal Iran tersebut diduga membawa pasokan senjata bagi militer Rusia.
- Rusia mengecam serangan itu dan menyampaikan belasungkawa, sementara Iran diketahui rutin memasok senjata, termasuk drone Shahed, kepada Rusia sejak invasi Ukraina 2022.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menuduh Ukraina telah menyerang kapalnya di Laut Kaspia atas perintah Israel. Iran mengecam keras serangan tersebut dan berjanji akan melakukan balasan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan, tindakan Ukraina tersebut bisa menarik negara-negara Eropa ke dalam perang dengan Iran.
1. Zelenskyy mengaku Ukraina telah menyerang kapal Iran

Tuduhan yang disampaikan Iran soal serangan Ukraina terhadap kapalnya ternyata benar adanya. Sebab, hal tersebut sudah diakui langsung oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Zelenskyy mengaku pasukannya memang sudah menyerang kapal kargo Iran yang sedang melintas di Laut Kaspia pada Sabtu (25/7/2026).
Dalam pernyataannya, Zelenskyy menjelaskan, serangan tersebut dilakukan untuk mencegah Rusia mendapatkan pasokan senjata. Sebab, kapal Iran yang diserang Ukraina tadi dikabarkan membawa pasokan senjata untuk militer Rusia. Aksi ini akhirnya membuat Iran memanggil Kuasa Usaha Ukraina di Teheran untuk dimintai keterangan.
2. Rusia merespons serangan Ukraina terhadap kapal Iran

Serangan Ukraina terhadap kapal Iran ini akhirnya direspons oleh Pemerintah Rusia. Melalui laman resminya, Kementerian Luar Negeri Rusia turut mengecam serangan Ukraina ke kapal Iran. Mereka juga mengucapkan belasungkawa untuk satu awak kapal Iran yang tewas imbas serangan tersebut.
Araghchi melanjutkan, serangan Ukraina terhadap kapal Iran di Laut Kaspia sama sekali tidak bisa dibenarkan. Sebab, ini menunjukkan bahwa Ukraina ikut campur dalam memerangi Iran. Padahal, Iran tidak pernah ikut campur dalam perang antara Ukraina dan Rusia. “Republik Islam (Iran) tidak pernah campur tangan dalam konflik antara Rusia dan Ukraina," lanjut Araghchi.
3. Iran kerap mengekspor senjata untuk Rusia

Iran sendiri memang kerap mengekspor pasokan senjata untuk pasukan militer Rusia. Aktivitas ini sudah meningkat sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022 silam. Senjata yang biasa dipasok Iran ke Rusia adalah drone Shahed.
Sebetulnya, Rusia kini sudah bisa memproduksi drone militernya sendiri. Kendati demikian, Moskow masih kerap mengimpor sejumlah senjata dari Iran untuk menyerang pasukan Ukraina. Sebab, hingga saat ini, perang kedua negara masih berlanjut meski sudah genap berjalan empat tahun.



















