Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gerindra: KDMP Pangkas Peran Tengkulak, Harga Sembako Lebih Murah
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong menanggapi dua kader partainya terjaring OTT KPK. (IDN Times/Amir Faisol)

  • Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) digagas Presiden Prabowo untuk memutus rantai tengkulak, menekan harga bahan pokok, dan memperkuat ekonomi desa agar masyarakat lebih sejahtera.
  • Pemerintah juga mengembangkan Koperasi Nelayan Merah Putih guna meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan memperbaiki fasilitas penyimpanan ikan serta akses distribusi bahan bakar di wilayah pesisir.
  • Presiden Prabowo menargetkan pembangunan 81 ribu KDMP di seluruh Indonesia, dengan 35 ribu koperasi telah berdiri hingga Juli 2026 sebagai wujud penguatan ekonomi kerakyatan nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada koperasi baru namanya Koperasi Merah Putih. Kata Pak Bahtra dari Partai Gerindra, koperasi ini bisa bikin harga barang jadi lebih murah karena tidak lewat tengkulak. Presiden Prabowo juga buat koperasi untuk nelayan supaya hidupnya lebih baik dan bisa simpan ikan lama. Sekarang banyak koperasi sudah dibangun di banyak tempat di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - distribusi yang selama ini dikuasai tengkulak. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu diyakini mampu menekan harga bahan pokok, sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, mengatakan keberadaan KDMP akan menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien sehingga harga kebutuhan pokok tidak lagi mudah dimainkan oleh tengkulak.

"Kalau selama ini karena dimainkan harganya oleh tengkulak, dengan hadirnya KDMP harga bisa lebih murah dan masyarakat bisa menjangkaunya," kata Bahtra di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Program Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperpendek rantai distribusi barang kebutuhan pokok.

1. Koperasi Merah Putih disiapkan untuk tingkatkan kesejahteraan nelayan

Aktivitas nelayan di Pulau Pasaran, Kota Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Selain mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah juga menggagas Koperasi Nelayan Merah Putih. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan.

Bahtra menjelaskan, salah satu persoalan utama yang dihadapi nelayan adalah minimnya fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, seperti cold storage. Kondisi tersebut membuat ikan harus segera dijual sehingga nelayan tidak memiliki posisi tawar yang kuat dalam menentukan harga.

Pemerintah juga berupaya memperbaiki akses distribusi bahan bakar bagi nelayan. Selama ini, harga bahan bakar di sejumlah daerah pesisir dan wilayah terpencil cenderung lebih mahal akibat distribusi yang belum optimal. Dampaknya, biaya operasional melaut menjadi semakin tinggi.

Menurut Bahtra, Presiden Prabowo ingin mengatasi berbagai persoalan tersebut agar manfaat program prioritas pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

"Pak Presiden ingin memangkas semua itu sehingga kehadiran program pemerintah pusat, terutama program prioritas ini, benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

2. Gerindra tanggapi sorotan lokasi Koperasi Desa Merah Putih di pegunungan

Penampakan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Pekon Sidokaton, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus. (IDN Times/Istimewa).

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih belakangan menjadi sorotan publik setelah muncul sejumlah lokasi yang dinilai kurang strategis, termasuk berada di kawasan pegunungan.

Menanggapi hal itu, Bahtra menegaskan penentuan lokasi koperasi merupakan hasil musyawarah pemerintah desa bersama masyarakat. Pemerintah pusat, kata dia, tidak mengintervensi keputusan tersebut.

"Bahwa misalnya ada penempatan di daerah lain, yang kalau misalnya memang, apa namanya desa tersebut yang menempatkan di sana, maka kita kan tidak bisa masuk terlalu jauh karena mereka yang bermusyawarah," kata Bahtra.

Meski demikian, Bahtra berharap pemerintah daerah dan perangkat desa tetap mempertimbangkan faktor aksesibilitas. Menurutnya, koperasi akan lebih optimal apabila dibangun di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat.

Ia menegaskan, tujuan utama pendirian koperasi adalah memberikan kemudahan pelayanan dan memperlancar aktivitas ekonomi warga.

"Kalau misalnya ada tempat-tempat dirasa bahwa jauh dari jangkauan nah tentu juga harus menjadi perhatian kita agar lokasi-lokasinya ya memang yang mudah diakses terhadap masyarakat agar mempermudah mereka untuk misalnya belanja di di koperasi itu," ujarnya.

3. Prabowo targetkan 81 ribu Koperasi Desa Merah Putih berdiri di seluruh Indonesia

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di bangun di area Stone Garden yang merupakan geowisata, Kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dok. Istimewa

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 81 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh Indonesia. Program ini dinilai sebagai implementasi semangat ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkapkan hingga Juli 2026 sebanyak 35 ribu Koperasi Desa Merah Putih telah dibangun di berbagai daerah.

Dari jumlah tersebut, 15.845 koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik. Sementara 19.539 koperasi lainnya masih dalam proses pembangunan.

"Jadi, total kurang lebih 35 ribu," kata Ferry dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-99 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article