Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wabah Parasit Cyclospora Melonjak di AS, Selada Diduga Jadi Pemicu

Wabah Parasit Cyclospora Melonjak di AS, Selada Diduga Jadi Pemicu
ilustrasi selada (pixabay.com/misskursovie2013)
Intinya Sih
  • Otoritas kesehatan AS tengah menyelidiki lonjakan infeksi parasit Cyclospora yang diduga berasal dari selada, dengan fokus pada rantai pasokan sayuran segar di berbagai negara bagian.
  • CDC mencatat 1.645 kasus aktif cyclosporiasis di 34 negara bagian sejak Mei 2026, dengan 141 pasien dirawat intensif meski belum ada laporan korban jiwa.
  • Pemerintah federal dan lembaga kesehatan memperkuat koordinasi nasional sambil mengimbau masyarakat menjaga kebersihan bahan makanan segar selama investigasi sumber wabah masih berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Otoritas kesehatan Amerika Serikat tengah menyelidiki lonjakan luar biasa kasus infeksi parasit usus Cyclospora yang menyebar di puluhan negara bagian. Penyelidikan intensif dari badan pengawas federal tersebut saat ini difokuskan pada produk sayuran segar, khususnya selada.

Langkah penanganan cepat ini diambil untuk segera menghentikan rantai penyebaran wabah sebelum berdampak lebih luas. Meski sumber penularan belum dipastikan secara pasti, badan pengawas bersama dinas kesehatan setempat mulai menggencarkan sosialisasi pencegahan kepada publik.

1. Pelacakan selada sebagai sumber kontaminasi

ilustrasi selada romaine
ilustrasi selada romaine (unsplash.com/Terry Jaskiw)

Penyelidikan dilakukan setelah banyak pasien dari wilayah terdampak melaporkan telah mengonsumsi sayuran segar sebelum jatuh sakit. Hasil wawancara mendalam terhadap para penderita memperkuat sinyal keterlibatan sayuran hijau tersebut.

"FDA tentu saja terus melanjutkan penyelidikan pada beberapa item produk segar, termasuk lokasi yang dilaporkan oleh pasien sebelum mereka jatuh sakit," kata Penjabat Deputi Komisaris Pangan FDA, Donald Prater.

Otoritas kesehatan di tingkat negara bagian juga mencatat pola serupa dari riwayat konsumsi makanan para penderita. Penyelidikan epidemiologi kini terus dikembangkan guna memeriksa seluruh rantai pasokan sayuran, termasuk keterlibatan sejumlah restoran cepat saji.

"Informasi awal menunjukkan selada sebagai produk umum yang sering muncul selama penyelidikan," ujar Kepala Eksekutif Medis Departemen Kesehatan Michigan, Natasha Bagdasarian.

2. Lonjakan kasus di 34 negara bagian

unsplash.com/cdc
unsplash.com/cdc

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat peningkatan tajam infeksi cyclosporiasis sejak Mei 2026. Pengujian laboratorium sejauh ini telah mengonfirmasi 1.645 kasus aktif yang tersebar di 34 negara bagian.

"Jumlah kasus tahun ini merupakan perubahan yang sangat besar dari apa yang kita lihat pada musim-musim sebelumnya," kata Wakil Direktur Divisi Penyakit Bawaan Makanan, Air, dan Lingkungan CDC, Gwen Biggerstaff.

Meskipun belum ada laporan korban jiwa, sebanyak 141 pasien harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat infeksi parah tersebut. CDC memperkirakan jumlah riil penderita di lapangan jauh lebih tinggi karena banyak kasus bergejala ringan yang tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Jumlah infeksi sebenarnya hampir pasti lebih tinggi, karena banyak orang dengan penyakit ringan dapat sembuh sendiri," tambah Gwen Biggerstaff, dilansir dari The Guardian.

3. Imbauan pencegahan mandiri

FDA (Website/pbs.org)
FDA (Website/pbs.org)

Pemerintah federal memastikan seluruh instansi terkait telah dikerahkan dengan kapasitas penuh untuk mengawasi keamanan pasokan makanan nasional. Kolaborasi erat antara daerah dan pusat menjadi kunci utama untuk mempercepat identifikasi penyebaran parasit ini.

"FDA dan CDC aktif terlibat dengan mitra negara bagian untuk mengidentifikasi sumber dari meningkatnya jumlah penyakit," kata Juru Bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Emily Hilliard, dilansir dari CTV News.

Hingga saat ini, FDA belum menerbitkan daftar larangan komoditas sayuran tertentu secara nasional karena investigasi masih berjalan. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kebersihan bahan makanan segar yang dibeli.

"Meskipun kami belum mengidentifikasi produk pasti sebagai sumber wabah, kami ingin memberi tahu warga apa yang telah kami pelajari sejauh ini agar mereka dapat mengambil langkah untuk melindungi keluarga mereka," ujar Natasha Bagdasarian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More